BERMIMPI DAN BERENCANALAH

Typhoon Yang Menyeramkan

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb
Sudah lama sebenarnya ingin berbagi cerita kepada saudara/iku semuanya dari awal keberangkatan saya ke negeri Formosa ini akan tetapi selama hampir 1/2 bulan saya harus menyesuaikan pola kehidupan saya disini. dan Alhamdulillah baru kali ini saya bisa menyempatkan untuk dapat berbagi cerita tapi tidak diawali bagaimana saya bisa berangkat ke negeri Formosa (padahal sudah terplanning apa yang mau ditulis) tapi saya ingin awali khusus tuk menulis tentang kejadian Typhoon (alias Topan/Badai) yang terjadi sejak 2hari yang lalu sampai semalam karena kejadian ini sangatlah menyita perhatian kami mahasiswa/i Indonesia yang ada disini. Ya maklum di Indonesia dan khususnya di Jabotabek sangat jarang kita bertemu dengan Typhoon.
3-4hari yang lalu keadaan Kota Chiayi memang biasa-biasa saja karena saat ini Taiwan memang dalam keadaan musim panas. Akan tetapi meskipun musim panas saya tetap merasakan turunnya hujan dan bahkan hujan disertai angin kencang alias Typhoon. Kabar Typhoon pun sudah saya dengar sejak kedatangan saya dan Mahasiswa lainnya ke negeri ini. Waktu kedatangan kami ke negeri Formosa ini, pihak kampus NCYU hampir tidak akan menjemput kami di Bandara dikarenakan kabar Typhoon yang akan menghampiri Taiwan dan ternyata Typhoon yang hadir di Taiwan hanyalah ekor Typhoon (tapi cukup menakutkan katanya). Dampak Typhoon akhirnya dirasakan juga oleh saya dan istri di dalam pesawat dengan berkali2 di minta untuk mengenakan sabuk keselamatan yang rasanya seperti diombang-ambingkan oleh angin diluar dan ternyata semua itu diakibatkan oleh Typhoon. Alhamdulillah saya, istri dan mahasiswa lainnya bisa tiba di kampus NCYU meskipun terlambat dikarenakan Typhoon yang hadir menyambut kedatangan kami.
2hari yang lalu, tepatnya pada hari sabtu (18 September 2010). Kabar Typhoon pun kembali hadir dan rekan2 TKI menyampaikan bahwa Gondoruwo (nama panggilan Typhoon) yang akan hadir di Taiwan cukuplah besar karena kali ini Taiwan akan menjadi pusatnya “Gondoruwo”. untuk memastikan akan berita itu, kami orang pendatangpun bisa mengaksesnya melalui website pemerintahnya (di Indonesia kita sebut BMG). Ternyata memang benar, kali ini Typhoon akan hadir di Taiwan dan diperkirakan akan hadir pada tengah malam. kedatangan Typhoon sangatlah menyita perhatian, gimana tidak…Badai yang sangat menyeramkan itu (Gondoruwo kata tmn2 TKI) akan berpusat di Taiwan, sampai2 acara di berbagai tempat dibatalkan untuk mempersilahkan Typhoon lewat terlebih dahulu. Pada hari minggu ada beberapa agenda yang akan berlangsung. Pertama agenda “welcome Party” untuk International Student yang telah dipersiapkan oleh pihak kampus yang akhirnya dibatalkan karena adanya Typhoon tsb. Kedua, acara Halal bi halal di Taipei dengan mengundang Ust. Arifin Ilham dan akhirnya dibatalkan pula. Padahal acara tsb sudah dipersiapkan jauh2 hari dan semuanya pun sudah siap tapi harus dibatalkan karena kehadiran Typhoon di Taiwan. Ketiga, Halal bi halal teman2 muslim wilayah selatan yang berlokasi di Shan Hua yang akhirnya kami dari Chiayi tidak bisa menghadirinya dikarenakan perjalanan kereta api seluruhnya dibatalkan karena Typhoon. Bagaimana tidak dibatalkan, Typhoon terjadi sejak tengah malam sampai siang hari, dan rasanya pun jika dilihat sangatlah menyeramkan. Angin yang begitu keras, pecahan2 kaca yg jelas terdengar, suara2 angin yang terdengar seperti suara tarikan gas sepeda motor dan suara2 pohon yang bergoyang keras akibat terpaan Typhoon yang cukup dahsyat.
Ternyata Typhoon tidak selesai sampai disitu saja. Keberangkatan kami ke acara Halal bi halal wilayah selatan pun kami batalkan, tapi bukan karena tidak ada transportasi. Alhamdulillah ternyata Allah telah menjawab doa2 Shalat Ashar kami. Allah mengarahkan hati kami untuk memutuskan pulang ke asrama masing2. Bukan karena kami tidak memiliki niat untuk bertemu saudara2 kami di Shan Hua, akan tetapi hati2 kami memang diarahkan untuk kembali pulang. Sesampainya di asrama ternyata Typhoon pun kembali hadir dan kami merasa, inilah jawaban dari doa2 kami di Shalat Ashar tadi sore, yang mana Allah memilihkan jalan yang terbaik bagi kami untuk pulang. karena jikalau kami berangkat ke Shan Hua, kami tidak akan pernah tau kami akan kembali pulang atau tidak. Ternyata Typhoon yang hadir pada malam senin ini lebih besar dari Typhoon pada malam kemarin. Bagaimana tidak besar?setelah dilihat diwebsite kementerian taiwan ternyata pusat Typhoon berada di wilayah Chiayi dan sekitarnya. Kehebohan akhirnya terjadi di asrama, baik asrama laki2 maupun perempuan. kamar2 asrama banjir terutama yg dilantai atas dikarenakan tiupan angin yg membawa air hujan dengan derasnya, listrik asrama padam dan koneksi internetpun juga terputus. Cukup menakutkan…kami mahasiswa dari Indopun hanya bisa menyaksikan kebesaran Allah tsb dengan kehadiran Typhoon yg cukup dahsyat, pepohonan runtuh dimana2, sepeda motor dan sepeda yang terparkir di parkiran asramapun banyak yang tertimpa dan bahkan berjatuhan karena Typhoon yg cukup besar.
Akan tetapi , cukup aneh bagi kami. Pada saat saya tanya dengan teman sekamar saya di asrama, dia hanya menjawab “tidak ada masalah, ini hanyalah hujan dan angin”. Mungkin memang sesuatu yang biasa bagi orang2 lokal Taiwan karena mereka setiap tahunnya merasakan seperti ini dan bahkan dalam setahun bisa terjadi 3-5kali. Tapi, saya hanya bisa menikmati kebesaran Allah ini. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Keesokan harinya, pagi2 saya dan istri pulang ke Apartemen kami dan ternyata jalanan dari Kampus menuju Apartemen di penuhi oleh runtuhan2 pepohonan yang tumbang akibat Typhoon, sampai2 gerbang masuk kampus pun tertutup oleh batang pohon yang membentang. di Dalam kampus kami pun tidak kalah hebohnya, banyak pohon2 runtuh akibat Typhoon. beberapa mobil rusak tertimpa pohon tumbang, motor2 dan sepeda pun berjatuhan dan bahkan ada yang tertimpa pepohonan tumbang dan masih banyak lagi dampak Typhoon 2 hari kemarin dan mungkin bisa dilihat dari photo2 yang kami abadikan di Facebook kami.
Yah begitulah Typhoon, yang sangat jarang kita saksikan di Indonesia khususnya di kawasan jabotabek. dan ini bukanlah awal dan akhir bagi kami untuk merasakan Typhoon. Katanya sih setiap tahun terjadi dan seperti cerita saya diatas, bahkan akan terjadi 3-5 kali dalam setahun. Inilah negeri formosa, memang telah menghadirkan banyak cerita2 yang unik untuk kami mahasiswa Indonesia. bahkan saat saya menulis ini sempat terjadi gempa kecil disini tapi mungkin nnt saya akan tulis khusus terkait seringnya terjadi gempa di negeri ini.
Mohon doanya semoga kami mahasiswa Indonesia akan selalu berada dalam keadaan baik2 saja. Amiin
Tunggu cerita2 unik kami lainnya di negeri Formosa ini.
Wassalam
Ami Amrullah
Chiayi, 20 September 2010

Comments on: "Typhoon Yang Menyeramkan" (4)

  1. Assalamualaikum Wrb.
    Wahai Saudaraku, sebelumnya mau ucapin minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin ya moy…
    baru sempet contact nih kayanya. Agak sureprise juga waktu Ramadhan kemarin pas buka puasa bersama, katanya ente udah ke Luar negeri??? tapi gw gak tau kemane??? beruntung banget ya, jadi iri nih..hehe
    eh udah punya Blog sekarang….Sukur alhamdulillah deh, semoga dirimu & istri sehat wal ‘afiat disana. keep contact moy.
    Wassalamualaikum wrb.

    • waalaikumussalam,
      sama2 ya dus, mohon maaf lahir batin. ane dan istri dapat beasiswa di Taiwan tepatnya di kampus National Chiayi University. Ane di jurusan Electrical Engineering dan istri di Applied Chemistry….
      Sebenarnya sih punya blog sudah cukup lama tapi bingung apa yang mau diisi dan sekarang sudah punya banyak cerita menarik jadinya mulai difungsiin lagi deh nih blog tuk sharing cerita…ada ID YM dan skype ngga???

      • Wah, hebat banget ente moy bisa dapet beasiswa ke Taiwan, berdua sama istri lagi!! hehe, itung2 belajar sambil liburan ya. ID YM mau bikin baru lagi moy, tar deh kalo udah ada gw kasih. ngomong2 sampe kapan disana moy? kapan balik ke Indo? gw doain deh biar ente betah disana, trus pulang2 dapet ilmu yang berguna buat negara ente moy…amin.

      • betul banget dus, belajar sambil jalan-jalan,hehe. Beasiswanya sih hanya 2tahun, semoga 2tahun bisa selesai dus dan menggondol gelar M.Eng ke Indonesia. Mohon doanya ya, semoga kita bisa sukses sesuai jalan masing-masing

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.