Sudah ingin sekali berbagi cerita kepada saudara/iku semua terkait perjalanan impian saya sehingga bisa berlabuh di Negeri Formosa ini. Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya bisa menyempatkan waktu saya untuk berbagi cerita kepada saudara/iku semua dan semoga cerita ini berguna dan bermanfaat untuk saudara/i semuanya.
Berawal dari SMA kelas 3 sebenarnya, impian-impian ini telah saya rajut dari kusutan-kusutan benang yang harus tersusun rapi hingga menjadi rajutan-rajutan indah di kemudian hari. Bagaimana saya memiliki mimpi untuk dapat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri kemudian melanjutkan S2 untuk meraih gelar Master dan dilanjutkan ke S3 untuk gelar Doktor. Alhamdulillah sejak SMA telah Allah pertemukan dengan rekan-rekan yang sangat hebat, rekan-rekan di kelas 1, berlanjut di kelas 2 dan kemudian bertemu dengan manusia-manusia pengukir sejarah yaitu masuk di kelas 3IPA unggulan, dimana orang-orangnya merupakan para pemikir hebat sehingga menjadikan saya berjuang untuk tidak menjadi orang yang berada di posisi terakhir. Meskipun status saya dan teman-teman pada saat itu adalah anak-anak SMA akan tetapi hampir semua penghuni-penghuninya memiliki impian-impian yang sangat indah. dan di SMA pula Allah mempertemukan saya dengan teman-teman yang shaleh di Rohis dan memulai aktifitas Tarbawi kami disana sehingga impian-impian yang awalnya sepertinya kosong menjadi terang dengan kedekatan kami kepada Allah dan tarbiyah.
Selepas lulus dari SMA, saya berusaha keras untuk bisa lulus dalam ujian SPMB dan masuk Perguruan tinggi negeri yang sangat saya impikan. Bimbingan belajar telah saya ikuti, Try out-pun telah saya jalani demi meraih kesuksesan SPMB. Impian saya sebenarnya hanya satu yaitu masuk Teknik Perminyakan ITB. Kenapa saya memilih Teknik Perminyakan ITB? Meskipun saya masih anak SMA dan mungkin baru lulus SMA akan tetapi saya memiliki pemikiran bahwa kuliah tidaklah sekedar kuliah tapi harus diperhitungkan secara masak setelah lulus kuliah mau menjadi apa nantinya karena sudah menjadi rahasia umum masyarakat Indonesia bahwa untuk mencari kerja di Indonesia sangatlah sulit sehingga setiap jurusan yang kita pilih harus jelas arah hidup kita kedepannya yaitu “Mau jadi apa kita nanti?”. Saya putuskanlah, saya ingin masuk Teknik Perminyakan ITB. Alasan saya yang pertama kenapa saya ingin masuk Jurusan Teknik Perminyakan pada saat itu dikarenakan didalam pikiran saya pada saat itu, Jurusan Teknik Perminyakan hanya ada 2 di Indonesia. Pertama di ITB dan kedua di Trisakti. Kalau saya mau masuk Teknik Perminyakan berarti saya harus masuk ITB karena tidak mungkin bagi saya untuk masuk Teknik Perminyakan Trisakti karena saya bukanlah lahir dari keluarga yang berada. alasan yang kedua, kenapa saya ingin masuk Teknik Perminyakan dikarenakan finansial alias gaji di perusahaan-perusahaan minyak sangatlah menggiurkan sehingga saya yakin akan bisa membawa diri saya ke arah yang lebih baik.
Seiring waktu, saya ikutilah Try Out2 di bimbingan belajar yang saya ikuti akan tetapi saya tidak pernah tau kenapa disetiap Try Out sulit tangan ini untuk memilih Teknik Perminyakan, yang selalu saya pilih justru jurusan Akuntansi. Memang alternatif saya kedepan dalam hidup saya, selain jadi anak Teknik yang kedua ialah jadi seorang Akuntan. Setiap Try Out yang saya ikuti dan setiap kampus yang saya pilih untuk jurusan Akuntansi, alhamdulillah saya lulus dan bertambahlah keyakinan saya untuk bisa masuk Perguruan tinggi negeri di Indonesia. Seiring jalan, mulai lah saya torehkan sejarah hidup saya di SPMB. Apakah saya akan memilih Teknik Perminyakan ITB? ternyata tangan saya tidak Allah izinkan untuk memilih Teknik Perminyakan ITB seperti cerita saya sebelumnya, dan yang saya pilih adalah Akuntansi dan Teknik Elektro yaitu 2 Pilihan untuk Jurusan Akuntansi dan 1 Pilihan untuk Jurusan Teknik Elektro. Pilihan yang saya ikuti pada saat itu ialah IPC dan apakah saya paham tentang soal-soal IPS? saya jawab TIDAK! akan tetapi saya tetap memilih IPC dan Jurusan Akuntansi. Pengumuman SPMB akhirnya hadir dan ternyata pada saat itu nama saya tidak tercantum di dalam ribuan nama calon mahasiswa yang beruntung pada saat itu. Mungkin sedih dan bercampur sesal hadir pada saat itu dan sampai-sampai saya berfikir untuk menanti SPMB tahun berikutnya demi mengejar impian untuk bisa kuliah di kampus negeri.
Hari demi hari telah berlalu setelah pengumuman SPMB saat itu. Abang saya berusaha keras membantu saya untuk bangkit dan terus semangat untuk dapat mengenyam pendidikan di Perguruan tinggi. Karena memang sudah sama-sama kita ketahui, kalau hanya sekedar lulusan SMA mau jadi apa kita? mau jadi karyawan kantoran? mau jadi manager? atau mau jadi apa? Di hari-hari terakhir pendaftaran ujian masuk Politeknik Negeri Jakarta, saya diminta mendaftar di kampus Politeknik Negeri Jakarta oleh abang saya. Berbekal uang pendaftaran yang diberikan oleh abang saya dan pilihan yang telah ditentukan, berangkatlah saya ke kawasan Depok. Padahal saya juga baru mengetahui ternyata ada kampus yang bernama Politeknik kemudian saya mencoba membaca brosurnya dan saya tetapkan untuk memilih program studi Teknik Telekomunikasi. Apa alasannya? sama seperti cerita saya sebelumnya, kenapa saya memilih Jurusan Teknik Perminyakan. Akhirnya saya mendaftarkan diri saya sebagai calon mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang sebelumnya dikenal dengan Politeknik UI dalam waktu-waktu terakhir pendaftaran. Pengumuman akhirnya tiba, rasa takut kembali hadir karena trauma saat-saat membaca pengumuman SPMB dan ternyata nama saya tidak tercantum didalamnya. Akan tetapi saya memberanikan diri berangkat menuju depok untuk melihat pengumuman penerimaan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta dan Alhamdulillah nama saya tercantum diurutan ke delapan di Program studi Teknik Telekomunikasi. Syukurku padamu Ya Allah, akhirnya saya bisa melanjutkan studi ke program diploma 3 Politeknik Negeri Jakarta.
Disaat masuk perkuliahan ternyata alasan saya masuk ke kampus Politeknik Negeri Jakarta adalah sama dengan kawan-kawan saya yang lainnya yaitu tidak beruntung di SPMB. Hampir kawan-kawan yang ditemui pada saat kakak kelas kami menanyakan tentang alasan masuk PNJ yaitu jawabannya hanya satu karena tidak diterima di SPMB. Sepertinya memang terdapat keputus asaan kami akibat gagalnya kami meraih impian masuk ke perguruan tinggi negeri. Waktu demi waktu terus bergulir, perjalan hidup dikampus Politeknik Negeri Jakarta teruslah berjalan dengan penuh cerita dan kisah sejarah yang sangatlah indah. dari Ukhuwah yang tiada tara dengan rekan-rekan pejuang dakwah, lelah dan letih di BEM Bersama dan BEM Peduli dan Bersahabat, Hiruk-pikuk mempersiapkan dauroh demi dauroh, agenda-agenda dakwah yang sangatlah banyak sampai lebih banyak waktu untuk dakwah kampus dibandingkan dengan waktu kuliah kita sendiri dan sampai perjuangan meraih kursi BEM 1. Semua itu menjadi sejarah indah yang takkan pernah terlupakan. Tarbiyah dan Ukhuwah akhirnya memberikan penyadaran bahwa semua perjalanan hidup ini bagian dari skenario Allah, sebaik-baiknya skenario yang kita buat, masih sangat indah skenario yang Allah buatkan untuk kita. Saya pun akhirnya menyadari, jikalau pada saat itu Allah mengizinkan saya lulus SPMB maka belum tentu saya akan mendapatkan sejarah yang indah seperti ini. Kemudian mulailah saya membenahi mimpi dan mengingat kembali mimpi-mimpi saya sejak SMA setelah dibuka kembali tentang jalan impian saya setelah mendengarkan tausiah yang sangat indah dari seorang Ustadz bertaraf nasional dan bahkan mungkin Internasional yaitu Ust. Hidayat Nur Wahid. Sampai saat ini saya masih ingat kata-kata yang beliau sampaikan di sebuah masjid di kawasan Bangka Mampang Prapatan. Beliau menyampaikan bahwa, “Dakwah ini akan semakin besar dan disaat dakwah telah membesar maka dakwah akan membutuhkan orang-orang ahli di dalamnya yang akan mengisi pos-pos untuk melayani umat”. Kata-kata itulah yang kemudian membuat saya mengingat kembali tentang impian-impian saya sejak SMA untuk menjadi seorang yang ahli dibidangnya sehingga dengan keahlian tersebut kita mampu melayani umat ini.
Kuliah di Kampus PNJ bukanlah akhir dari segalanya. Lulusan-lulusan PNJ bukanlah tidak mampu mengukir prestasi yang lebih tinggi. Lulusan-lulusan PNJ adalah orang-orang yang sangat mampu bersaing dengan lulusan-lulusan kampus lainnya. Karena di kampus PNJ lah saya banyak ditempa dari perjalanan hidup yang sangat indah jikalau kita rangkai dalam bait-bait cerita. Setelah lulus dari Politeknik, kemudian saya memulai langkah baru. Bagaimana saya mampu melanjutkan studi saya ke jenjang Strata-1 setelah itu saya lanjutkan ke Program Master dan dilanjutkan ke Program Doctor dan bahkan ke PostDoc. Mulailah saya meniti jejak menuju impian saya, bagaimana bisa melanjutkan S1 dengan biaya sendiri dan mungkin didalam kebanyakan pemikiran lulusan PNJ, UI lah pilihan yang tepat untuk dapat melanjutkan S1 akan tetapi ternyata tidak lah tepat bagi lulusan-lulusan PNJ yang memiliki finansial yang tidak memadai serta jam kuliah yang bisa diatur dengan jam kerja . Biaya masuk UI yang cukup mahal dan waktu kerja yang sulit di seimbangkan sehingga menjadikan saya untuk berpikir kembali memilih Perguruan tinggi yang berkualitas tapi biaya dapat dijangkau. Terpilihlah ISTN menjadi singgah saya untuk meraih gelar kesarjanaan.
Setelah lulus dari ISTN lah, jejak menuju impian mulai saya tata kembali dengan rapi. Satu demi satu planning hidup bisa dilaksanakan sampai dapat meraih beasiswa ke Negeri Formosa.
Siapa bilang lulusan Politeknik Negeri Jakarta tidak bisa meraih beasiswa ke luar negeri? Ingin mengetahui bagaimana seorang lulusan PNJ mampu meraih beasiswa keluar negeri???
Tunggu ya kelanjutan ceritanya dalam “Perjalanan menuju Impian (bagian 2)”
Wassalam
Ami Amrullah
Bermimpilah dan Berencanalah
Chiayi City, Taiwan
23 September 2010 2.40 AM

Comments on: "Perjalanan menuju Impian (bagian 1)" (10)
subhanallah…jadi malu nih. saya yakin akan menyusul segera S1 itu
malu kenapa may? ayo segera lanjut ke S1
Lanjutkan bang… menyusun sebuah tujuan bukanlah dari langkah awal namun dari Tujuan akhir.. krn dengan adanya tujuan akhir yang ingin kita raih maka kita akan mengetahui langkah awal yg harus kita lewati…
Dan yakinlah kekuatan pikiran .. semangat dan keinginan yang terus menerus kita tanamkan dan kumandangkan dalam hati menjadi sebuah do’a yang akan Allah ijabah disuatu saat nanti.
LANJUTKAN dan kembalilah menjadi pribadi yang memiliki nilai plus baik dalam bidang duniawi maupun rohani..karena tantangan dimasa depan akan lebih berat..
InsyaAllah menyusul bang….!!! ^_^
Jazakallah akhi dan ditunggu kabar indahnya
Subhanallah…
Sangat Mengisnpirasi sekali,, Bang Ami..
Do’a kan saya Bang,,
Semoga bisa mengikuti jejak Bang Ami..
Setelah lulus dari D3 PNJ, tempat singgah saya untuk meraih gelar kesarjanaan adalah UP.
Setelah itu, jika ada kesempatan dan jika Allah menghendaki,, Saya juga ingin meraih beasiswa ke luar negeri…
Tetap Semangat dan Terus lah Berkarya Bang…!!!
Amiin, ditunggu cerita-cerita bahagianya…semoga meraih kesuksesan dimasa akan datang. Tetap semangat ya dan teruslah bermimpi dan berencana
Alhamdulillah… mantab mi.. semoga dimudahkan Alloh untuk mencapai semua cita-cita ami…
Amiin, makasih ya wan. Mohon doanya selalu
makasih tulisannya, sy pun ingin melanjutkan s2 di teknik perminyakan usakti, mungkin dgn itu syiar agama terus berjalan sesuai kompetensi sy,
barakallah fikum…
Sukses akhina