<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Amiamrullah&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://amiamrullah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amiamrullah.wordpress.com</link>
	<description>BERMIMPI DAN BERENCANALAH</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2011 01:39:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amiamrullah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Amiamrullah&#039;s Weblog</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amiamrullah.wordpress.com/osd.xml" title="Amiamrullah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amiamrullah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lelah, Teramat Lelah</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/10/20/lelah-teramat-lelah/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/10/20/lelah-teramat-lelah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 05:21:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[File-file Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://amiamrullah.wordpress.com/2011/10/20/lelah-teramat-lelah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Cahyadi Takariawan Lelah. Mata ini lelah. Selalu terjaga, takut tertidur dan lengah. Jangan, jangan pejamkan mata, karena tugasmu berjaga. Tengah malam gelap gulita, mata ini masih terjaga. Berkhalwat khusyuk di kesunyian, munajat kepada Dia Yang Maha Perkasa. Memohon kekuatan, kemampuan, keteguhan, ketegaran, dalam perjalanan dakwah yang amat panjang tak terkira. Pagi-pagi buta, mata <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2011/10/20/lelah-teramat-lelah/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=57&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Cahyadi Takariawan</p>
<p>Lelah. Mata ini lelah. Selalu terjaga, takut tertidur dan lengah. Jangan, jangan pejamkan mata, karena tugasmu berjaga. Tengah malam gelap gulita, mata ini masih terjaga. Berkhalwat khusyuk di kesunyian, munajat kepada Dia Yang Maha Perkasa. Memohon kekuatan, kemampuan, keteguhan, ketegaran, dalam perjalanan dakwah yang amat panjang tak terkira. Pagi-pagi buta, mata ini tetap terjaga, jangan sampai umat terlanda bahaya dan bencana pada saat kita lengah menjaga mereka. Siang terang benderang, mata ini selalu terjaga, melakukan hal terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.<br />
Lelah. Pikiran ini sangat lelah. Tak pernah berhenti mencerna ayat-ayat yang dibentangkanNya di alam semesta. Selalu berpikir, selalu menganalisa peristiwa, selalu merangkai kejadian di depan mata. Merancang strategi, taktik, upaya, cara dan sarana. Memetakan potensi para aktivis yang selalu setia bekerja dimanapun mereka berada. Memetakan jalan bagi kemenangan perjuangan, meretas kejayaan pergerakan. Memikirkan masa depan masyarakat, bangsa dan negara. Memikirkan rencana strategis, membangun peradaban masa depan yang gilang gemilang.<br />
Lelah. Jiwa ini sungguh lelah. Setiap hari disuguhi konflik, kerusuhan, permusuhan, penyimpangan, dan penyelewengan dimana-mana. Setiap saat dihadapkan pada persoalan-persoalan kehidupan yang kian kompleks dan kian merata. Satu persoalan bangsa belum selesai diurai, muncul persoalan berikutnya. Satu konflik belum selesai dilerai, muncul konflik di tempat lainnya. Satu kasus belum selesai diungkapkan kebenarannya, telah menyusul kasus-kasus sekian banyaknya. Persoalan internal bertumpuk, pada saat yang sama harus tampil tegar menghadapi persoalan eksternal. Persoalan keluarga mengemuka, pada saat harus menyelesaikan persoalan bangsa dan negara.<br />
Lelah. Tubuh ini teramat lelah. Tubuh yang jarang dipenuhi hak-haknya. Kapan sempat olah raga, kapan sempat refresing dengan keluarga, kapan sempat bercengkerama dalam suasana luang, kapan sempat istirahat. Teramat sering para aktivis diistirahatkan oleh Tuhan Yang Maha Penyayang, karena dirinya tidak sempat beristirahat. Tubuh kian lemah, karena dipaksa terus bekerja, melakukan hal terbaik yang bisa dikontribusikan di jalan kebaikan. Terlalu sering tidak sempat memenuhi hak-hak tubuh, sementara ia harus selalu bekerja pagi, siang, sore dan malam. Terlalu sering tubuh dipaksa melakukan kerja di luar batas kesanggupannya, karena sangat ingin memenuhi kewajiban di jalan perjuangan.<br />
Lelah. Kaki ini tak terperikan lelahnya. Menyusuri jalan terjal mendaki, berliku, penuh duri dan bebatuan keras. Jalan ini harus ditempuh, karena hanya ini yang akan membawa mencapai tujuan. Tak ada jalan lain, tak ada jalan pintas. Kaki yang tak pernah berhenti melangkah, menapaki jalan Kenabian, menapaki jalan para pejuang, menapaki jalan para pahlawan. Menapaki jalan yang akan membawa umat kepada peradaban mulia.<br />
Lelah. Tangan ini sangatlah lelah. Melakukan kerja-kerja sosial, membaktikan karya bagi umat, menciptakan prestasi untuk negeri. Tangan ini selalu peduli, berbagi, memberi, dan berkontribusi. Tangan yang selalu kreatif menorehkan kerja nyata bagi masyarakat. Tangan yang selalu bermanfaat untuk membantu yang lemah, menolong yang resah, merangkul yang gelisah. Tangan yang selalu terbuka untuk menampung berbagai keluh kesah, dan siap memberikan bantuan bagi yang memerlukan.<br />
Lelah. Diri ini teramat lelah. Semua potensi diri telah disumbangkan untuk melakukan yang terbaik. Terus bekerja, terus berkarya, terus berbuat untuk kejayaan Indonesia. Namun yang kita dapatkan adalah cemoohan. Sering yang kita dapatkan adalah caci maki dan sumpah serapah. Tak jarang yang kita temui adalah lontaran kebencian dan permusuhan. Lelah, rasanya telah habis semua tenaga, tak ada lagi yang tersisa, kendati kerja belum usai, belum juga tampak hasilnya.<br />
Lelah. Di titik inilah kebahagiaan membuncah. Pada puncak kelelahan inilah kenikmatan benar-benar kita rasakan bak bunga merekah. Usapan lembut ayat-ayat Qur’an, “Jika kamu mendapatkan luka, maka sesungguhnya merekapun mendapatkan luka yang sama”, terasa masuk ke relung jiwa. Sangat dalam, dan sangat berkesan.<br />
Sangat sejuk ungkapanNya sampai ke dalam dasar samudera jiwa, “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.<br />
Bukan hanya kamu yang lelah. Jangan GR. Mereka juga lelah, semua juga lelah. Tetapi, apakah kelelahanmu di jalan kebenaran ? Apakah lelahmu di jalan Kenabian ? Apakah lelahmu di jalan Tuhan Yang Penyayang ?</p>
<p>Jika lelahmu di jalan Tuhan, masih adakah artinya menghitung jumlah lelah ? Masih perlukah mengeluhkan kelelahan ? Masih adakah keperluanmu membuat perhitungan dengan kelelahan ?</p>
<p>Rabu, 19 Oktober 2011, 23:30wib</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=57&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/10/20/lelah-teramat-lelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idul Fitri adalah kembali kepada ketaqwaan</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/08/31/idul-fitri-adalah-kembali-kepada-ketaqwaan/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/08/31/idul-fitri-adalah-kembali-kepada-ketaqwaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 14:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[File-file Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://amiamrullah.wordpress.com/2011/08/31/idul-fitri-adalah-kembali-kepada-ketaqwaan/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim, Hiruk pikuk menyambut hari kemenangan dinegeri mayoritas muslim ini memang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, menjelang hari Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong menyerbu pasar-pasar, mall-mall dan lain sebagainya untuk membeli kebutuhan dalam rangka menyambut hari kemenangan. Tak heran, suasana mudikpun menjadi santapan sehari-hari didalam berita-berita di televisi dan media cetak lainnya. Wajar saja seorang Cendekiawan <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2011/08/31/idul-fitri-adalah-kembali-kepada-ketaqwaan/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=56&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim,<br />
Hiruk pikuk menyambut hari kemenangan dinegeri mayoritas muslim ini memang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, menjelang hari Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong menyerbu pasar-pasar, mall-mall dan lain sebagainya untuk membeli kebutuhan dalam rangka menyambut hari kemenangan. Tak heran, suasana mudikpun menjadi santapan sehari-hari didalam berita-berita di televisi dan media cetak lainnya. Wajar saja seorang Cendekiawan muslim, Qomaruddin Hidayat, saat diwawancarai didalam berita televisi nasional menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan lagi menjadi permasalahan ibadah semata tapi telah menjadi permasalahan seluruh dimensi kehidupan negeri ini, dari ibadah, politik, ekonomi, sosial dan kultural. Kemudian, apakah itu yang dimaknai dengan Idul Fitri?<br />
Suka cita menyambut hari kemenangan memanglah tidak salah, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menyambut hari kemenangan tersebut. Tapi, apakah menyambut hari kemenangan harus kita nodai dengan hal-hal yang tidak menjadi sunnah?. Hiruk pikuk menyambut hari kemenangan kadang menjadikan kita lupa diri, misalnya banyak yang menyambut dengan konvoi dijalan-jalan, menyalakan petasan sembarangan, membuat macet jalanan, tawuran, mabuk-mabukan, bahkan berboncengan motor dengan orang yang belum tentu muhrimnya. Masih banyak lagi kesalahan pemikiran kita dalam menyambut hari kemenangan ini.<br />
Kegembiraan menyambut hari kemenangan merupakan kegembiraan karena targetan-targetan ibadah kita telah terlampaui dan bukan karena puasa telah berlalu dengan kata lain kita bisa bebas makan minum dan melakukan apa pun yang kita mau. Makna hari kemenangan harusnya kita hadapi dengan kesedihan karena kita sudah ditinggalkan oleh tamu agung &#8216;syahrur Ramadhan&#8217; dan mungkin saja kita tidak akan bertemu kembali di tahun depan dan Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang terakhir bagi kita.<br />
Ditinggalkan oleh bulan Ramadhan dan berjumpa dengan hari nan fitri seharusnya menjadikan kita lebih bertaqwa karena tujuan dari madrasah Ramadhan, Allah swt menginginkan kita menjadi hamba-hamba yang bertaqwa seperti yang telah dijabarkan dalam Al-Qur&#8217;an surah Al-Baqarah:183. Hal itu berarti, selepas ditinggalkan bulan Ramadhan maka akan menjadikan ibadah kita semakin meningkat dan bukan sama dengan sebelum Ramadhan atau bahkan lebih menurun. Lulus dari madrasah Ramadhan dan berjumpanya kita dengan hari kemenangan merupakan pertanda bagi kita menjadi hamba yang shaleh dan shalehah, lebih memahami hakikatunnafs, hakikat kehidupan, kita di dunia yang menjadikan kita selalu dapat memuhasabah diri-diri kita.<br />
Marilah saatnya, kita jadikan hari kemenangan ini menjadi titik tolak kita untuk berbenah diri, menjadi hamba yang shaleh dan shalehah dan menjadikan kita lebih bertaqwa kepada Allah swt.<br />
Wallahu a&#8217;lam<br />
-Amru-<br />
Jakarta, 31 Agustus 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=56&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/08/31/idul-fitri-adalah-kembali-kepada-ketaqwaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORANG-ORANG YANG BERSAMA NABI MUHAMMAD SAW</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/02/17/orang-orang-yang-bersama-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/02/17/orang-orang-yang-bersama-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 06:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[File-file Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amiamrullah.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21) Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal, merupakan saat-saat yang dinanti-nantikan umat Islam untuk dapat kembali meneladani sikap dan perjuangan <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2011/02/17/orang-orang-yang-bersama-nabi-muhammad-saw/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=46&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)</em></p>
<p>Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal, merupakan saat-saat yang dinanti-nantikan umat Islam untuk dapat kembali meneladani sikap dan perjuangan Rasulullah SAW dalam mendakwahkan Islam ke seluruh muka bumi. Rasulullah SAW yang telah dipastikan oleh Allah SWT sebagai manusia yang memiliki suri teladan yang baik untuk umat manusia, sepantasnya menjadi panutan pula untuk umat Islam yang telah berikrar <em>Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah</em>, bahwa Nabi Muhammad ialah Rasulullah.</p>
<p>Sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW berawal sejak zaman ke khalifahan Fatimi (keturunan Fatimah Az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW). Shalahuddin Al-Ayyubi, panglima perang pada waktu itu, mengusulkan kepada khalifah untuk mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dikarenakan kondisi umat muslim dikala itu, sedang berada pada kondisi lemah semangat untuk berjuang melawan tentara Salibis. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh panglima tentara Islam, Shalahuddin Al-Ayyubi, bertujuan untuk mengingatkan kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan Dienul Islam dan mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangannya membebaskan kota Yerussalem (saat ini dikenal dengan Negara Palestina) dan merebut Masjidil Aqsha (salah satu masjid yang di sebutkan didalam Al-qur’an, ketika terjadi peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW) dari cengkeraman tentara Salibis ketika itu. Hasil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ialah semangat jihad umat muslim kembali menggelora, sehingga kota Yerussalem dan Masjidil Aqsha dapat diraih oleh umat muslim.</p>
<p>Dikalangan masyarakat Indonesia, maulid Nabi Muhammad SAW kadang masih dipertentangkan. Ada kelompok yang mengatakan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan ritual yang harus dilaksanakan, dan ada kelompok lain yang menganggap maulid Nabi Muhammad SAW ialah ritual yang mengada-ada atau bid’ah, karena tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p>Terlepas dari kedua pendapat tersebut, yang lebih penting dari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah sekedar sunnah ataupun bid’ah. Pada intinya, bagaimana momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat dimanfaatkan seperti yang dilakukan oleh panglima Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai lompatan untuk kembali menyemangati kaum muslimin agar dapat meneladani perjuangan Rasulullah SAW dan mencontoh sikap dan perilaku Rasulullah SAW dalam menjalankan serta memperjuangkan Islam.</p>
<p>Oleh karena itu, ritual peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, janganlah hanya sebagai ritual atau budaya saja. Ada yang lebih penting dari semua itu, yaitu bagaimana kita bisa menjadi bagian yang Allah SWT sampaikan didalam surat Al-Fath ayat 29, terkait contoh orang-orang yang bersama Rasulullah SAW. <em>“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku&#8217; dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath: 29)</em></p>
<p><strong>Ciri-ciri Umat Nabi Muhammad SAW</strong></p>
<p><strong>Pertama, <em>Asyiddau ‘alal kuffaar</em> (keras atau tegas terhadap orang-orang kafir)</strong></p>
<p><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><a href="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/i-love-islam1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-50" title="i love islam" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/i-love-islam1.jpg?w=500" alt="" /></a>Ciri pertama orang-orang yang bersama Nabi Muhammad SAW ialah bersikap keras atau tegas terhadap orang-orang kafir. Sebelum kita berbicara tentang orang-orang kafir, di dalam pandangan Islam orang kafir ada dua macam. Pertama, <em>Kafir Harbi</em>, yaitu orang-orang kafir yang memusuhi atau memerangi ummat Islam. Kedua, <em>Kafir Zimmi</em>, yaitu Zimmi berasal dari kata <em>Zimmah</em> yang bermakna aman atau janji, sehingga Kafir Zimmi merupakan orang-orang kafir yang terikat perjanjian damai dan mendapatkan keamanan dari ummat Islam. Dengan demikian, haram hukumnya bagi muslimin untuk mengganggu kafir zimmi, menyakiti, menzalimi, atau mengurangi hak-haknya.</p>
<p>Bersikap keras dan tegas disini ditujukan kepada orang-orang kafir yang memusuhi dan memerangi Ummat Islam. Bukan hanya keras dalam bentuk fisik akan tetapi keras dan tegas pula terhadap ajaran, budaya dan pemikiran mereka. Pada saat ini, kadang ummat Islam kurang memiliki kesadaran akan hal ini. Padahal jikalau disadari, tidak sedikit ummat Islam yang telah mengikuti ajaran, budaya dan pemikiran mereka.</p>
<p>Kita dapat menyaksikan negara tercinta kita Indonesia, yang dikenal sebagai negara dengan berpenduduk muslim terbesar di dunia. Tapi apa yang bisa dibanggakan dari umat muslim Indonesia? dahulu jumlah umat Islam Indonesia sekitar 90-an % tapi kini jumlah itu semakin menurun. Seperti hasil penelitian lembaga riset asal Amerika Serikat, <em>Pew Forum on Religion &amp; Public Life</em>, yang dirilis pada hari Kamis, 27 Januari 2011. Menurut survei tersebut, “Indonesia dalam 20 tahun berikut masih memiliki banyak penduduk beragama Islam dari negara-negara lain. Namun, pada tahun 2030, status Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak didunia bisa tergeser oleh Pakistan.”. Sungguh ironi mendengarnya, dan meskipun jumlah penduduk muslim besar, hal itu dinilai besar secara kuantitas, tapi bagaimana secara kualitas? berapa persen umat Islam Indonesia yang memiliki kualitas Islamnya baik?.</p>
<p>Kadang kita tidak sadar, penurunan jumlah ummat Islam di negeri kita bukan karena ummat Islam diperangi secara fisik oleh mereka. Akan tetapi, tanpa disadari bahwa ummat Islam saat ini sedang diserang dengan <em>ghazwul fikri</em> (perang pemikiran). Tidak sedikit ummat Islam yang hidup mengikuti budaya barat, sex bebas, menggunakan narkoba, berpacaran, meminum-minuman keras, dan lain sebagainya. Ada contoh lain, sebagian umat Islam, apakah itu akademisi atau pelaku kebijakan publik, merasa lebih bangga ketika merujuk pada referensi orang kafir. Padahal, itu justru menjerumuskan ummat Islam ke dalam jurang kehancuran. Fakta kehancuran ekonomi ummat Islam akibat mengadopsi sistem ekonomi ribawi milik kaum kapitalis sudah terjadi. Kekisruhan sosial akibat penerapan sistem politik sekuler yang memisahkan agama dan negara juga telah melahirkan pemimpin-pemimpin tak bermoral yang tak pantas menjadi pemimpin yang diikuti. Mereka meneriakkan pemisahan politik dan agama, padahal politik adalah bagian dari agama Islam karena Islam adalah agama yang menyeluruh (<em>syumuliatul Islam</em>).</p>
<p>Keadaan seperti itulah yang membuat orang-orang kafir bahagia, Ummat Islam sudah jauh dari agamanya. Sebagaimana Allah SWT sampaikan di dalam Al-Qur’an, <em>“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)&#8221;. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”</em> (QS.Al-Baqarah: 120)</p>
<p><strong>Kedua, <em>Ruhamaau Bainahum</em> (berkasih sayang sesama mereka (muslim))</strong></p>
<p><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><a href="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/new-picture-2.png"><img class="alignleft size-full wp-image-49" title="New Picture (2)" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/new-picture-2.png?w=500" alt="" /></a>Ciri kedua, orang-orang yang bersama Rasulullah SAW ialah mereka berkasih sayang terhadap ummat Islam lainnya. Siapapun yang berikrar <em>Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah</em>, mereka ialah saudara kita, karena Islam tidak mengenal teritorial, suku, budaya, bahasa, golongan, madzhab dan bangsa. Selama mereka bersyahadat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, maka mereka adalah saudara kita. Sebagaimana Allah SWT sampaikan dalam surat Al-Hujurat ayat 10, <em>“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”</em></p>
<p>Perumpamaan seorang muslim satu dengan yang lainnya ibarat satu tubuh atau satu bangunan yang saling menguatkan. Oleh karena itu, sesama muslim wajib saling asah, asih, asuh. Saling menyayangi, mencintai, melindungi, menutupi aib, tidak menghina, mencemooh, memfitnah, apalagi menumpahkan darah sesamanya. Rasulullah saw bersabda,<em> ”Janganlah kalian saling mendengki, membenci, memutus persaudaraan. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” </em>(Shahih Bukhari, Bab Haramnya Hasud, Jilid 12, Hal. 415).</p>
<p>Umat Islam di manapun berada berhajat untuk bersatu dan saling mendukung. Syaikh Yusuf Al Qaradhawi mengingatkan kita, <em>”Jangan sampai berbedaan madzhab atau kelompok menjadikan umat Islam terpecah belah menjadi umat sunni atau umat syi’i, misalkan. Bukankah Allah swt. memerintahkan kita untuk berpegang teguh dengan tali Allah?” Beliau menambahkan, “Kalau kita sekarang sebagai umat Islam terus membangun komunikasi dengan umat lain, mengapa kita tidak membangun komunikasi di antara internal umat Islam?”</em>. Saling berkasih sayang dan menjaga persatuan di antara elemen umat Islam tidaklah menjadi slogan semata. Itu harus diperjuangkan agar menjadi wujud dalam kehidupan umat Islam.</p>
<p><strong>Ketiga, <em>Rukka’aa Sujjadaa</em> (mereka rukuk dan sujud)</strong></p>
<p><a href="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/orang-sujud.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-48" title="orang sujud" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/orang-sujud.jpg?w=500" alt="" /></a>Ummat Rasulullah SAW, selalu melaksanakan shalat dan tidak pernah meninggalkannya. Mereka selalu bertakwa kepada Allah SWT dan mencontoh Rasulullah SAW. Orang-orang yang bersama Nabi Muhammad SAW, selalu khusyu’ dalam melaksanakan shalat dan merekapun selalu menambahnya dengan shalat-shalat sunnah yang Rasulullah anjurkan.</p>
<p>Seluruh anggota badan mereka ikut serta shalat: kalbu, pikiran, tangan, kaki, mata dan telinga serta anggota badan yang lain bersujud dihadapan Allah swt. Dengan demikian ia akan terjaga dari kemaksiatan dan kemungkaran di luar shalat. Bagaimana mungkin kalbu akan mendengki terhadap sesama, padahal sebelumnya bersujud. Bagaimana mungkin pikiran terbersit hal yang kotor, padahal sebelumnya bersujud. Bagaimana mungkin tangan mengambil hak orang lain atau melakukan korupsi, padahal sebelumnya bersujud. Kaki, mata, telinga, dan anggota badan yang lain juga demikian.</p>
<p>Shalat yang benar juga akan tercermin dari perilaku sosial pelakunya, yaitu terlihat dari sejauh mana kepedulian terhadap sesama dan memberikan manfaat untuk orang lain. Itulah rahasia firman Allah SWT, <em>“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</em> (QS.Al-Ankabut: 45)</p>
<p><strong>Keempat, <em>Fadhlam Minallahi wa Ridhwaana</em> (Mencari karunia dan keridhaan Allah)</strong></p>
<p><a href="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/doa-anak2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-51" title="doa anak2" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/doa-anak2.jpg?w=500" alt=""   /></a>Orientasi hidup umat Nabi Muhammad SAW adalah untuk Allah SWT semata. Ia paham betul fungsi ia dihidupkan di muka bumi, adalah untuk pengabdian total kepada Tuhan semesta alam. Ia siap diperintah dengan aturan Allah SWT. Ia rela meninggalkan yang dilarang karena Allah SWT semata. Bahkan, sikap ia yang keras terhadap orang kafir, atau berkasih sayang terhadap sesama muslim, atau tunduk patuh sujud, adalah karena dilandasi mencari keridhaan Allah SWT.</p>
<p>Dalam arti kata, kita membenci seseorang karena Allah SWT. Kita berkasih sayang dengan sesama muslim karena dipadukan cinta kepada Allah SWT. Sebab, boleh jadi kendala persaudaraan Islam adalah karena adanya kepentingan dunia, keinginan jabatan atau karena sekedar beda kelompok. Maka, yang bisa menyatukan langkah dan persatuan umat Islam adalah tujuan untuk menggapai ridho Allah SWT.</p>
<p>Dalam sebuah hadits yang diajarkan Rasulullah SAW dan sering kita lantunkan: <em>”Saya ridha Allah sebagai Tuhan-ku, Islam sebagai agama-ku, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul-ku.” </em>(HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi. Hadits shahih).</p>
<p>Itulah ciri-ciri ummat Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid yang dilaksanakan oleh ummat Islam di seluruh penjuru dunia mestinya tidaklah sekadar tradisi tahunan tanpa ruh dan jiwa. Namun momentum maulid bisa dijadikan sebagai tonggak untuk meneladani Rasulullah SAW dalam segala sisi kehidupan. Juga semangat peningkatan ummat Islam untuk memiliki dan menjaga karakter ummat Muhammad agar kita di <em>yaumil qiyamah</em> kelak diakui Beliau sebagai ummatnya.</p>
<p><em>Wallahu a’alam bish-showab</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Wassalam,</em></p>
<p><em>Ami Amrullah</em></p>
<p><em>Mahasiswa Master</em></p>
<p><em>National Chiayi University (NCYU)</em></p>
<p><em>Disampaikan dalam pengajian mingguan MTYCIT</em></p>
<p><em>(Majelis Taklim Yasinan Chiayi Indonesia Taiwan)</em></p>
<p><em>Chiayi, 16 Februari 2011</em></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=46&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2011/02/17/orang-orang-yang-bersama-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/i-love-islam1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">i love islam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/new-picture-2.png" medium="image">
			<media:title type="html">New Picture (2)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/orang-sujud.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">orang sujud</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2011/02/doa-anak2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doa anak2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan menuju Impian (Bagian 2)</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/25/perjalanan-menuju-impian-bagian-2/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/25/perjalanan-menuju-impian-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 06:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dari Negeri Formosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amiamrullah.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Alhamdulillah Allah masih bisa memberikan kesempatan kepada saya untuk kembali merangkai cerita-cerita indah hidup ini yang akan saya sharing bersama saudara/iku sekalian dalam tulisan singkat nan indah. Pada bagian pertama telah saya ceritakan awal saya bermimpi sampai jatuh bangun mengejar impian saya untuk bisa menjadi manusia yang berguna. Dari bagaimana saya mengambil keputusan untuk memulai langkah hidup demi <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/25/perjalanan-menuju-impian-bagian-2/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=40&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/p1060376.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-41" title="P1060376" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/p1060376.jpg?w=169&#038;h=300" alt="" width="169" height="300" /></a>Bismillah,</p>
<p>Alhamdulillah Allah masih bisa memberikan kesempatan kepada saya untuk kembali merangkai cerita-cerita indah hidup ini yang akan saya sharing bersama saudara/iku sekalian dalam tulisan singkat nan indah. Pada bagian pertama telah saya ceritakan awal saya bermimpi sampai jatuh bangun mengejar impian saya untuk bisa menjadi manusia yang berguna. Dari bagaimana saya mengambil keputusan untuk memulai langkah hidup demi mengejar impian dan sampai menjadikan indah sebuah keputusan yang awalnya tidaklah kita ketahui alur kisah perjalanannya. Berikut bagian kedua dari kisah perjalanan meraih mimpi.</p>
<p>“Dakwah ini akan semakin besar dan disaat dakwah telah membesar maka dakwah akan membutuhkan orang-orang ahli di dalamnya yang akan mengisi pos-pos untuk melayani umat”. Kata-kata ini yang kembali menjadi motivasi saya untuk menjadi manusia yang berguna untuk umat, bangsa dan negara. Sehingga saya memulai kembali untuk menata impian-impian saya yang sejak SMA telah saya buat.</p>
<p>Selepas lulus dari kampus perjuangan Politeknik Negeri Jakarta, saya harus meniti karir saya di dunia kerja agar saya mampu membahagiakan orang tua saya dan juga untuk menjadi bekal saya melanjutkan studi ke S1. Karena seperti cerita saya pada bagian pertama bahwa studi saya selanjutnya harus lah dengan biaya dari kantong saya sendiri karena tidak ingin saya kembali merepotkan keluarga demi mengejar mimpi-mimpi saya ini. Selepas lulus dari Kampus Politeknik Negeri Jakarta (yang disingkat PNJ) dan setelah mendapatkan pekerjaan yang layak. Barulah saya mulai berkutat dengan rencana hidup saya, saya mulai berkeliling dari kampus satu kekampus lainnya, dari brosur kampus yang satu ke brosur kampus lainnya guna mencari kampus yang tepat sebagai tempat singgah saya untuk melanjutkan mimpi-mimpi guna mendapatkan gelar kesarjanaan. Akhirnya, berlabuh lah saya di kampus ISTN setelah memperhitungkan segala sesuatunya, baik grade kampus dibandingkan kampus lainnya, biaya uang kuliah dan jam kuliah yang akan dijalani.Alhamdulillah, seiring sejalan saya dengan mudah menjalani perkuliahan dengan dibarengi aktifitas bekerja saya. Akhirnya 1,5 tahun saya dapat menyelesaikan program Ekstensi di ISTN.</p>
<p>Disaat hampir berakhirnya masa perkuliahan saya di ISTN, saya harus kembali memikirkan kelanjutan hidup ini,seperti dicerita sebelumnya tentang mimpi saya ini bahwa saya harus melanjutkan perjalanan impian saya untuk meraih gelar Master. Sebelum lulus dari ISTN, saya mulai mencari Universitas yang akan saya jadikan tempat singgah berikutnya. Berbagai website kampus telah saya jajaki, baik dari Universitas negeri maupun universitas swasta di Indonesia. Saya juga melakukan diskusi untuk mendapatkan masukkan dengan beberapa teman saya untuk menjadi pertimbangan saya dalam memutuskan. Ke kampus mana tempat singgah saya selanjutnya guna meraih gelar master.</p>
<p>Waktu terus berjalan, hari demi hari terus terlewati. Pikiran ini akhirnya mulai menemukan pilihan. 2 pilihan yang harus dipilih salah satunya untuk diprioritaskan terlebih dahulu. Pilihan pertama ialah menikah dan yang kedua melanjutkan studi S2. Kuliah S1 belumlah selesai, jangankan bicara tentang Ijazah, sidang skripsi saja belum saya lakukan dan ternyata Allah berkehendak lain dalam perjalanan takdir hidup saya. Salah seorang ustadz yang belum saya kenal pada awalnya mengirimkan saya sms untuk mengajak bertemu disuatu hari. Penasaran terhadap yang mengirimkan sms, akhirnya saya cari tau siapa beliau. dan ternyata dengan mudahnya saya temukan karena beliau termasuk salah seorang ustadz yang menjadi Calon Anggota DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2009 kemarin. Pertemuan bersejarah dengan seorang ustadz akhirnya berlangsung, dan ternyata pertemuan tersebut dalam rangka membahas rencana hidup saya yang pertama pasca lulus dari ISTN yaitu proses menuju Walimatul ursy dengan seorang akhwat yang sangatlah sedikit saya kenal tentangnya.</p>
<p>Waktu terus berjalan dengan cepat, didalam keterbatasan dalam diri ini, saya diminta untuk mampu memutuskan dengan bijak tawaran untuk berproses dengan seorang wanita shalehah tsb. Waktu terus berjalan, didalam keterbatasan hidup. saya harus menjalankan skenario indah dari Allah ini. Meskipun pada saat itu saya tidak memiliki sedikitpun uang didalam tabungan saya dan hanya berbekal persiapan jiwa dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan kemudahan dalam setiap ujian yang ia berikan karena saya sangat yakin bahwa Allah akan selalu bersama hambaNya yang sabar. Akhirnya dalam keheningan doa-doa Istikharah, di kesunyian doa-doa tahajud, didalam ketenangan doa-doa dhuha dan dalam kebahagiaan doa-doa shalat wajib yang saya lakukan. Alhamdulillah, Allah memberikan pertolonganNya, karena Allah telah memberikan kata kunci dalam KitabNya bagi hamba-hambaNya yang mentadaburinya, Allah mengatakan bahwa &#8220;Hai orang-orang yang beriman, Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. AL-Baqarah: 153). Didalam shalat selalu saya memohon pertolonganNya dan akhirnya keuangan yang ditakut-takuti sebagai hambatan menuju Ibadah yang suci itu akhirnya terselesaikan dengan Allah memberikan rezeki melalui pintu-pintu yang tidak pernah kita duga-duga. Sehingga dalam waktu kurang lebih dari 3 bulan saya mampu menjalankan rencana hidup saya yang pertama pasca lulus S1 yaitu melangsungkan pernikahan.</p>
<p>Pasca menikah, apakah saya lupa dengan rencana hidup saya untuk melanjutkan studi? tentu tidak. Ternyata Allah telah mempertemukan saya dengan seorang wanita yang memiliki rencana hidup yang sama. yaitu sama-sama memiliki impian yang besar terhadap studi kita masing-masing. Sehingga kita berdua memiliki sebuah target di tahun ini yaitu berangkat kuliah ke luar negeri. Target inilah yang akhirnya menjadi motivasi kami untuk berangkat ke luar negeri. Darimana akhirnya saya memiliki keinginan untuk kuliah diluar negeri?</p>
<p>Setelah menikah kami tinggal di Komplek perumahan para peneliti di Negeri ini yaitu di Komplek BATAN Indah, Tangerang Selatan. Sebuah perumahan yang lain dari perumahan lainnya di kawasan Jabotabek. Dimana masyarakatnya kebanyakan seorang Doktor lulusan luar negeri. Banyak orang-orang hebat negeri ini ada diperumahan ini, lulusan dari berbagai negara diantaranya Jepang, Korea, Inggris, Amerika, dll. Setiap silaturahmi yang saya lakukan kerumah-rumah para ilmuwan Indonesia tsb. Didapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Seperti saat saya dan istri bersilaturahim kerumah salah seorang sekretris pribadi Menteri Riset dan Teknologi, seorang Doktor lulusan Belanda dan Jepang. Beliau menyampaikan bahwa &#8221;mumpung masih pada muda, jangan lupa untuk terus belajar, banyak beasiswa untuk belajar ke luar negeri kalau mau&#8221;. Semua inilah yang menjadi motivasi saya untuk bisa berangkat keluar negeri dan sukses diluar negeri seperti mereka. Berbekal keinginan melanjutkan S2 sehingga saya memutar arah perjalanan impian saya untuk bisa melanjutkan S2 keluar negeri.</p>
<p>Pada awalnya istri saya memang memiliki rencana untuk melanjutkan studi S2-nya ke Malaysia karena Ia telah mendapatkan beasiswa dari salah seorang dosen di Perguruan tinggi negeri di Malaysia yang berasal dari Indonesia. Akan tetapi seiring waktu akhirnya perjalanan ke luar negerinya tertunda. Bukan karena saya tidak mengizinkan atau hal lainnya tapi menurut saya lagi-lagi Allah memiliki skenario indah untuknya. Ternyata sistem pemberian beasiswanya berubah, yang awalnya diberikan dari awal masuk sampai selesai dan ternyata semester awal harus dengan biaya sendiri terlebih dahulu dan semester selanjutnya pihak kampus akan memberikan beasiswa tsb. Itupun apabila nilai semesternya melebihi syarat yang ditentukan. Kemudian saya mencoba mencari-cari beasiswa luar negeri lainnya agar target tahun ini bisa kami laksanakan. Akhirnya tanpa disengaja saya mendapatkan informasi dari teman SMA saya yang sedang studi di luar negeri, Ia adalah Eti Nuswandari. Ternyata lagi-lagi skenario Allah sangatlah indah, Pada saat yang sama ternyata di kampusnya sedang membuka penerimaan beasiswa untuk International Student. Kemudia kami persiapkan syarat-syarat untuk pengajuan beasiswa tersebut. Saya jadi ingat sebuah pepatah mengatakan &#8220;sambil Menyelam minum air&#8221;, dan pada saat itu juga informasi beasiswa berdatangan ke kami dan kami mendapatkan 3 informasi beasiswa sekaligus. 2 beasiswa dari Kampus di Taiwan (NCYU dan NTUST) dan 1 beasiswa dari pemerintah Korea Selatan (KGSP). Informasi Beasiswa Pemerintah Korea tersebut kami dapatkan dari salah seorang kandidat Doktor di Korea.</p>
<p>Bagaimana tantangan dan ujian dalam mempersiapkan syarat-syarat pengajuan beasiswa kami lewati? dan bagaimana kami bisa berangkat ke negeri formosa ini?</p>
<p>Ditunggu kelanjutannya</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Ami Amrullah</p>
<p>Bermimpilah dan Berencanalah</p>
<p>Chiayi City, Taiwan</p>
<p>25 September 2010 2.12 PM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=40&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/25/perjalanan-menuju-impian-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/p1060376.jpg?w=169" medium="image">
			<media:title type="html">P1060376</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan menuju Impian (bagian 1)</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/23/perjalanan-menuju-impian-bagian-1/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/23/perjalanan-menuju-impian-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 19:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dari Negeri Formosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amiamrullah.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Sudah ingin sekali berbagi cerita kepada saudara/iku semua terkait perjalanan impian saya sehingga bisa berlabuh di Negeri Formosa ini. Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya bisa menyempatkan waktu saya untuk berbagi cerita kepada saudara/iku semua dan semoga cerita ini berguna dan bermanfaat untuk saudara/i semuanya. Berawal dari SMA kelas 3 sebenarnya, impian-impian ini telah saya <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/23/perjalanan-menuju-impian-bagian-1/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=34&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/p1060438.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-35" title="P1060438" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/p1060438.jpg?w=169&#038;h=300" alt="" width="169" height="300" /></a>Bismillah,</p>
<p>Sudah ingin sekali berbagi cerita kepada saudara/iku semua terkait perjalanan impian saya sehingga bisa berlabuh di Negeri Formosa ini. Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya bisa menyempatkan waktu saya untuk berbagi cerita kepada saudara/iku semua dan semoga cerita ini berguna dan bermanfaat untuk saudara/i semuanya.</p>
<p>Berawal dari SMA kelas 3 sebenarnya, impian-impian ini telah saya rajut dari kusutan-kusutan benang yang harus tersusun rapi hingga menjadi rajutan-rajutan indah di kemudian hari. Bagaimana saya memiliki mimpi untuk dapat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri kemudian melanjutkan S2 untuk meraih gelar Master dan dilanjutkan ke S3 untuk gelar Doktor. Alhamdulillah sejak SMA telah Allah pertemukan dengan rekan-rekan yang sangat hebat, rekan-rekan di kelas 1, berlanjut di kelas 2 dan kemudian bertemu dengan manusia-manusia pengukir sejarah yaitu masuk di kelas 3IPA unggulan, dimana orang-orangnya merupakan para pemikir hebat sehingga menjadikan saya berjuang untuk tidak menjadi orang yang berada di posisi terakhir. Meskipun status saya dan teman-teman pada saat itu adalah anak-anak SMA akan tetapi hampir semua penghuni-penghuninya memiliki impian-impian yang sangat indah. dan di SMA pula Allah mempertemukan saya dengan teman-teman yang shaleh di Rohis dan memulai aktifitas Tarbawi kami disana sehingga impian-impian yang awalnya sepertinya kosong menjadi terang dengan kedekatan kami kepada Allah dan tarbiyah.</p>
<p>Selepas lulus dari SMA, saya berusaha keras untuk bisa lulus dalam ujian SPMB dan masuk Perguruan tinggi negeri yang sangat saya impikan.  Bimbingan belajar telah saya ikuti, Try out-pun telah saya jalani demi meraih kesuksesan SPMB. Impian saya sebenarnya hanya satu yaitu masuk Teknik Perminyakan ITB. Kenapa saya memilih Teknik Perminyakan ITB? Meskipun saya masih anak SMA dan mungkin baru lulus SMA akan tetapi saya memiliki pemikiran bahwa kuliah tidaklah sekedar kuliah tapi harus diperhitungkan secara masak setelah lulus kuliah mau menjadi apa nantinya karena sudah menjadi rahasia umum masyarakat Indonesia bahwa untuk mencari kerja di Indonesia sangatlah sulit sehingga setiap jurusan yang kita pilih harus jelas arah hidup kita kedepannya yaitu &#8220;Mau jadi apa kita nanti?&#8221;. Saya putuskanlah, saya ingin masuk Teknik Perminyakan ITB. Alasan saya yang pertama kenapa saya ingin masuk Jurusan Teknik Perminyakan pada saat itu dikarenakan didalam pikiran saya pada saat itu, Jurusan Teknik Perminyakan hanya ada 2 di Indonesia. Pertama di ITB dan kedua di Trisakti. Kalau saya mau masuk Teknik Perminyakan berarti saya harus masuk ITB karena tidak mungkin bagi saya untuk masuk Teknik Perminyakan Trisakti karena saya bukanlah lahir dari keluarga yang berada. alasan yang kedua, kenapa saya ingin masuk Teknik Perminyakan dikarenakan finansial alias gaji di perusahaan-perusahaan minyak sangatlah menggiurkan sehingga saya yakin akan bisa membawa diri saya ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Seiring waktu, saya ikutilah Try Out2 di bimbingan belajar yang saya ikuti akan tetapi saya tidak pernah tau kenapa disetiap Try Out sulit tangan ini untuk memilih Teknik Perminyakan, yang selalu saya pilih justru jurusan Akuntansi. Memang alternatif saya kedepan dalam hidup saya, selain jadi anak Teknik yang kedua ialah jadi seorang Akuntan. Setiap Try Out yang saya ikuti dan setiap kampus yang saya pilih untuk jurusan Akuntansi, alhamdulillah saya lulus dan bertambahlah keyakinan saya untuk bisa masuk Perguruan tinggi negeri di Indonesia. Seiring jalan, mulai lah saya torehkan sejarah hidup saya di SPMB. Apakah saya akan memilih Teknik Perminyakan ITB? ternyata tangan saya tidak Allah izinkan untuk memilih Teknik Perminyakan ITB seperti cerita saya sebelumnya, dan yang saya pilih adalah Akuntansi dan Teknik Elektro yaitu 2 Pilihan untuk Jurusan Akuntansi dan 1 Pilihan untuk Jurusan Teknik Elektro. Pilihan yang saya ikuti pada saat itu ialah IPC dan apakah saya paham tentang soal-soal IPS? saya jawab TIDAK! akan tetapi saya tetap memilih IPC dan Jurusan Akuntansi. Pengumuman SPMB akhirnya hadir dan ternyata pada saat itu nama saya tidak tercantum di dalam ribuan nama calon mahasiswa yang beruntung pada saat itu. Mungkin sedih dan bercampur sesal hadir pada saat itu dan sampai-sampai saya berfikir untuk menanti SPMB tahun berikutnya demi mengejar impian untuk bisa kuliah di kampus negeri.</p>
<p>Hari demi hari telah berlalu setelah pengumuman SPMB saat itu. Abang saya berusaha keras membantu saya untuk bangkit dan terus semangat untuk dapat mengenyam pendidikan di Perguruan tinggi. Karena memang sudah sama-sama kita ketahui, kalau hanya sekedar lulusan SMA mau jadi apa kita? mau jadi karyawan kantoran? mau jadi manager? atau mau jadi apa? Di hari-hari terakhir pendaftaran ujian masuk Politeknik Negeri Jakarta, saya diminta mendaftar di kampus Politeknik Negeri Jakarta oleh abang saya. Berbekal uang pendaftaran yang diberikan oleh abang saya dan pilihan yang telah ditentukan, berangkatlah saya ke kawasan Depok. Padahal saya juga baru mengetahui ternyata ada kampus yang bernama Politeknik kemudian saya mencoba membaca brosurnya dan saya tetapkan untuk memilih program studi Teknik Telekomunikasi. Apa alasannya? sama seperti cerita saya sebelumnya, kenapa saya memilih Jurusan Teknik Perminyakan. Akhirnya saya mendaftarkan diri saya sebagai calon mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang sebelumnya dikenal dengan Politeknik UI dalam waktu-waktu terakhir pendaftaran. Pengumuman akhirnya tiba, rasa takut kembali hadir karena trauma saat-saat membaca pengumuman SPMB dan ternyata nama saya tidak tercantum didalamnya. Akan tetapi saya memberanikan diri berangkat menuju depok untuk melihat pengumuman penerimaan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta dan Alhamdulillah nama saya tercantum diurutan ke delapan di Program studi Teknik Telekomunikasi. Syukurku padamu Ya Allah, akhirnya saya bisa melanjutkan studi ke program diploma 3 Politeknik Negeri Jakarta.</p>
<p>Disaat masuk perkuliahan ternyata alasan saya masuk ke kampus Politeknik Negeri Jakarta adalah sama dengan kawan-kawan saya yang lainnya yaitu tidak beruntung di SPMB. Hampir kawan-kawan yang ditemui pada saat kakak kelas kami menanyakan tentang alasan masuk PNJ yaitu jawabannya hanya satu karena tidak diterima di SPMB. Sepertinya memang terdapat keputus asaan kami akibat gagalnya kami meraih impian masuk ke perguruan tinggi negeri. Waktu demi waktu terus bergulir, perjalan hidup dikampus Politeknik Negeri Jakarta teruslah berjalan dengan penuh cerita dan kisah sejarah yang sangatlah indah.  dari Ukhuwah yang tiada tara dengan rekan-rekan pejuang dakwah, lelah dan letih di BEM Bersama dan BEM Peduli dan Bersahabat, Hiruk-pikuk mempersiapkan dauroh demi dauroh, agenda-agenda dakwah yang sangatlah banyak sampai lebih banyak waktu untuk dakwah kampus dibandingkan dengan waktu kuliah kita sendiri dan sampai perjuangan meraih kursi BEM 1. Semua itu menjadi sejarah indah yang takkan pernah terlupakan. Tarbiyah dan Ukhuwah akhirnya memberikan penyadaran bahwa semua perjalanan hidup ini bagian dari skenario Allah, sebaik-baiknya skenario yang kita buat, masih sangat indah skenario yang Allah buatkan untuk kita. Saya pun akhirnya menyadari, jikalau pada saat itu Allah mengizinkan saya lulus SPMB maka belum tentu saya akan mendapatkan sejarah yang indah seperti ini. Kemudian mulailah saya membenahi mimpi dan mengingat kembali mimpi-mimpi saya sejak SMA setelah dibuka kembali tentang jalan impian saya setelah mendengarkan tausiah yang sangat indah dari seorang Ustadz bertaraf nasional dan bahkan mungkin Internasional yaitu Ust. Hidayat Nur Wahid. Sampai saat ini saya masih ingat kata-kata yang beliau sampaikan di sebuah masjid di kawasan Bangka Mampang Prapatan. Beliau menyampaikan bahwa, &#8220;Dakwah ini akan semakin besar dan disaat dakwah telah membesar maka dakwah akan membutuhkan orang-orang ahli di dalamnya yang akan mengisi pos-pos untuk melayani umat&#8221;. Kata-kata itulah yang kemudian membuat saya mengingat kembali tentang impian-impian saya sejak SMA untuk menjadi seorang yang ahli dibidangnya sehingga dengan keahlian tersebut kita mampu melayani umat ini.</p>
<p>Kuliah di Kampus PNJ bukanlah akhir dari segalanya. Lulusan-lulusan PNJ bukanlah tidak mampu mengukir prestasi yang lebih tinggi. Lulusan-lulusan PNJ adalah orang-orang yang sangat mampu bersaing dengan lulusan-lulusan kampus lainnya. Karena di kampus PNJ lah saya banyak ditempa dari perjalanan hidup yang sangat indah jikalau kita rangkai dalam bait-bait cerita. Setelah lulus dari Politeknik, kemudian saya memulai langkah baru. Bagaimana saya mampu melanjutkan studi saya ke jenjang Strata-1 setelah itu saya lanjutkan ke Program Master dan dilanjutkan ke Program Doctor dan bahkan ke PostDoc. Mulailah saya meniti jejak menuju impian saya, bagaimana bisa melanjutkan S1 dengan biaya sendiri dan mungkin didalam kebanyakan pemikiran lulusan PNJ, UI lah pilihan yang tepat untuk dapat melanjutkan S1 akan tetapi ternyata tidak lah tepat bagi lulusan-lulusan PNJ yang memiliki finansial yang tidak memadai serta jam kuliah yang bisa diatur dengan jam kerja . Biaya masuk UI yang cukup mahal dan waktu kerja yang sulit di seimbangkan sehingga menjadikan saya untuk berpikir kembali memilih Perguruan tinggi yang berkualitas tapi biaya dapat dijangkau. Terpilihlah ISTN menjadi singgah saya untuk meraih gelar kesarjanaan.</p>
<p>Setelah lulus dari ISTN lah, jejak menuju impian mulai saya tata kembali dengan rapi. Satu demi satu planning hidup bisa dilaksanakan sampai dapat meraih beasiswa ke Negeri Formosa.</p>
<p>Siapa bilang lulusan Politeknik Negeri Jakarta tidak bisa meraih beasiswa ke luar negeri? Ingin mengetahui bagaimana seorang lulusan PNJ mampu meraih beasiswa keluar negeri???</p>
<p>Tunggu ya kelanjutan ceritanya dalam &#8220;Perjalanan menuju Impian (bagian 2)&#8221;</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Ami Amrullah</p>
<p>Bermimpilah dan Berencanalah</p>
<p>Chiayi City, Taiwan</p>
<p>23 September 2010 2.40 AM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=34&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/23/perjalanan-menuju-impian-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/p1060438.jpg?w=169" medium="image">
			<media:title type="html">P1060438</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>As-Syakhshiyah Al-Jundiyah (Kepribadian Kader Dakwah)</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/21/as-syakhshiyah-al-jundiyah-kepribadian-kader-dakwah/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/21/as-syakhshiyah-al-jundiyah-kepribadian-kader-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 10:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[File-file Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amiamrullah.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Hidup merupakan perjuangan, berjuang untuk menunaikan tugas dakwah yang mulia. Tugas yang tak pernah usai seiring perjalanan waktu. Malah semakin bergulirnya waktu semakin bermunculan tugas baru. Sebagaimana komentar seorang pujangga, ‘terbitnya fajar, merekahkan harapan cerah dan membawa sekelumit beban’. Akan tetapi bagi seorang aktivis dakwah waktu menjadi jalannya kehidupan. Sehingga kader dakwah selalu menata waktunya <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/21/as-syakhshiyah-al-jundiyah-kepribadian-kader-dakwah/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=31&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="font-weight:normal;font-size:13px;">Hidup merupakan perjuangan, berjuang untuk menunaikan tugas dakwah yang mulia. Tugas yang tak pernah usai seiring perjalanan waktu. Malah semakin bergulirnya waktu semakin bermunculan tugas baru. Sebagaimana komentar seorang pujangga, <em>‘terbitnya fajar, merekahkan harapan cerah dan membawa sekelumit beban’</em>. Akan tetapi bagi seorang aktivis dakwah waktu menjadi jalannya kehidupan. Sehingga kader dakwah selalu menata waktunya demi kehidupan yang ia jalani agar senantiasa siap menyongsong tugas yang ada dihadapannya.</span></h2>
<p>Bukanlah sesuatu yang dipungkiri bahwa tugas dakwah memang bukanlah tugas yang ringan. Ia banyak liku dan kendala yang rumit. Baik dari pihak eksternal ataupun dari internal sendiri. Terkadang tugas dakwah menjadi beban berat untuk dipikul. Terlebih lagi bagi mereka yang berkepribadian rentan dan rapuh. Tugas itu menjadi tembok besar yang teramat sulit untuk dilewati. Mereka akan berkecil hati menatap tugas demi tugas. Terasa berat untuk menggerakan kaki dan tangan menerima tugas tersebut.</p>
<p>Namun tidak demikian bagi kader pilihan. Mereka akan berupaya maksimal untuk dapat menunaikan tugas mulia itu dengan sebaik-baiknya. Bahkan kader yang berkepribadian <em>amal da’awy</em> akan menyongsongnya dengan gembira. Tidak ada dalam diri mereka, kamus lelah dan ciut menyambut tugas. Karena tugas itu akan menjadi momen untuk mengukir sejarah hidupnya dengan tinta emas bagi kemenangan dakwah ini. Ia menjadi mulia bersama dakwah atau mati dengan keharuman sikap perilakunya dalam amal Islam.</p>
<p>Ketika Syaikh Mutawalli Sya’rawi menyampaikan pidatonya dalam suatu acara, bahwa amanah umat ini teramat berat. Karena kompleksitas masalah yang dihadapinya. Dan disertai penghalangnya dari musuh-musuh umat yang tidak pernah henti untuk menghancurkannya. Disamping itu kader dakwah yang memandu amanah ini sulit untuk didapatkan. Maka kepada siapa amanah umat ini diserahkan?. Hasan Al-Banna bergumam dalam hatinya ketika mendengar ceramah sang Syaikh, <em>‘aku ingin, akulah orangnya yang akan mengemban amanah itu’</em>. Beginilah sikap kader dakwah yang brilian dalam menyambut tugasnya.</p>
<p>Menyikapi kenyataan ini bahwa tugas dakwah dan kepribadian kader merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dimana keduanya saling mempengaruhi. Maka perlu disadari pada seluruh kader untuk membangun dirinya agar menjadi kader-kader pilihan yang sanggup memikul tugas dakwah ini dengan hati lapang. Sehingga tugas demi tugas dapat tertunaikan dengan baik. Bila kader dakwah tidak lengah dalam masalah ini dan selalu berusaha untuk meningkatkan kepribadian dirinya dalam mengemban amanah ini maka ia dapat menaklukan dunia sebagaimana obsesi Imam Hasan Al-Banna Rahimahullah. Sang Imam pernah mengungkapkan obsesinya dalam Risalahnya Kepada Pemuda, bahwa ia bisa menaklukan dunia dengan kader-kader pilihan dibawah binaannya. <em>‘Siapkan 12 ribu kader, aku akan bina mereka dan aku akan taklukan dunia dengan bersama mereka’</em>.</p>
<p>Melalui pemahaman ini upaya untuk meningkatkan kepribadian diri dalam mengemban tugas dakwah ini menjadi perilaku harian bagi kader dakwah. Tidak boleh ada kesempatan yang terbuang dan tidak terpakai untuk agenda ini. Agar kepribadiannya tidak melempem, tidak pula mendua tetapi kepribadian yang tangguh dan ulet dalam amal dakwah. Selayaknya setiap kader menata dirinya dengan sungguh-sungguh agar dapat merealisasikan obsesi sang Imam. Untuk itu para kader dakwah perlu menyiapkan diri agar memiliki kepribadian yang dapat menuntaskan tugas dakwah dan merealisaikannya:</p>
<p><strong>1. </strong><em><strong>Bina ruhil ghirah</strong></em><strong> (Membangun Ruh Keghairahan)</strong></p>
<p>Menyadari banyaknya tugas dakwah yang perlu diemban, kader dakwah harus membangun keghairahannya. Keghairahan untuk terus berbuat dan berjuang demi tegaknya dakwah. Sehingga semangatnya berkobar-kobar. Tidak pernah lemah sedikitpun dalam menghadapi rintangan. Tidak pernah layu dengan bergulirnya zaman. Tidak pernah gentar karena tantangan. Ia bagaikan batu karang di tengah lautan yang kokoh menghadapi terjangan ombak.</p>
<p>Abul ‘Ala Al Maududi mengingatkan kader-kadernya, <em>‘bila kalian menyambut tugas dakwah ini tidak sebagaimana sikap kalian terhadap tugas yang menyangkut urusan pribadi kalian maka dakwah ini akan mengalami kekalahan yang telak. Oleh karena itu sambutlah tugas ini dengan <em>ghairah</em></em>’. Amatlah tepat taujih Abul ‘Ala Al Maududi ini bila melihat sederetan tugas dan harapan umat. Bila saja kader dakwah memahami dengan betul maka mereka akan berupaya untuk menjaga keghairahannya agar tidak pernah redup sedikitpun. Karena ia akan berakibat fatal dalam menunaikan tugas ini.</p>
<p>Sebaliknya jiwa yang berghairah dalam menyambut tugas-tugasnya akan mudah untuk menyelesaikannya. Ia bahkan dapat menemukan celah-celah sempit untuk menjadi peluang besar yang akan menjadi menyebab kemenangan dakwah ini. Ia tidak pernah mundur tatkala bahaya menghadang. Ia tidak lelah ketika peluh bercucuran. Yang ada dalam benaknya adalah kami siap mengembannya untuk sebuah kemenangan.</p>
<p><em>“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim”..</em> (Ali Imran: 139 – 140).</p>
<p>Karena itu sepantasnya bagi kader untuk selalu berusaha meningkatkan ghairahnya melalui amalan-amalan yang disunnahkan Rasulullah SAW. sehingga ghairahnya tidak kendur. Apakah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, mengkaji sejarah kepahlawanan Islam, membayangkan pahala dan balasan yang dijanjikan Allah SWT., bercermin dari kehidupan kader-kader daerah terpencil yang sangat bersemangat untuk menyebarluaskan dakwah ini ataupun dengan kiat-kiat lainnya. Amalan tersebut menjadi bahan bakar untuk semangatnya agar selalu bergelora.</p>
<p>Syaikh Muhammad Ahmad Rasyid mengingatkan <em>“gelorakan semangatmu wahai ikhwah dan jangan kendur sedikitpun marilah maju bersama kafilah dakwah ini. Siapa yang tidak lagi bersemangat maka janganlah ikut barisan kami”</em>.</p>
<p><strong>2. </strong><em><strong>Tasyji’u ruhil mubadarah </strong></em><strong>(Membangkitkan semangat inisiatif)</strong></p>
<p>Memahami tugas dakwah yang rumit maka setiap kader hendaknya selalu membangkitkan semangat berinisiatif. Agar dapat mensikapi dengan cepat apa yang sedang dihadapi dakwah ini. Tentu dengan mengacu pada kententuan syar’i. Sehingga aktivis dakwah tidak linglung dan bingung untuk segera berbuat atas sesuatu yang perlu segera disikapi. Selayaknya seorang kader tidak pernah mati inisiatifnya. Ia selalu berinisiatif untuk membela dakwah dengan berbagai potensi yang ada pada dirinya.</p>
<p>Seorang pujangga mengingatkan bahwa matinya inisiatif akan menutup banyak peluang. Malah ia melihat apa yang dihadapannya menjadi momok yang menakutkan. Ia akan menjadi orang yang penakut pada sesuatu yang belum terjadi bahkan ia sudah membayangkan dengan bayang-bayang hitam yang sangat mengerikan. Umat dan dakwah ini akan gembira terhadap kader yang kaya inisiatif. Sebagaimana gembiranya orang tua pada anaknya yang berinisiatif tinggi. Sang anak menyemirkan sepatu ayahnya ketika sang ayah hendak berangkat kerja. Ia suguhkan air minum hangat untuk ayahnya yang baru tiba. Ia rapikan belanjaan ibunya ketika datang dari pasar. Ia bersihkan alat-alat masaknya dan lain sebagainya. Orang tua akan sangat senang dengan perilaku anaknya dan ia akan banggakan dihadapan saudara dan tetangganya.</p>
<p>Syaikh Sayid Muhammad Nuh menceritakan murabbinya Syaikh Abbas Asisi yang selalu kaya inisiatif dalam berdakwah. Beliau bukan hanya kaya akan ide dan gagasan tetapi kaya pula dengan sikap dan perbuatannya. Hingga banyak orang yang tertautkan hatinya pada dakwah karena inisiatifnya yang teramat tinggi. Ada pemuda yang tertarik pada dakwah karena ia menyebut namanya yang telah ia hafal. Ada pula orang yang berjiwa kasar menjadi pengikut dakwah lantaran ia buka dengan dialog-dialog yang menarik. Dan masih banyak lagi kisah lainnya.</p>
<p>Kader yang berinisiatif tidak hanya semata mengandalkan point-point buku manual melainkan ia juga dapat melakukan sesuatu dengan tepat dan benar sesuai masanya yang sedang dihadapinya. Inisiatif memang tidak lahir begitu saja. Ia selalu beriringan dengan kebiasaannya untuk berbuat. Kebiasaan berbuat dapat menerobos celah sekecil apapun untuk menemukan hal-hal baru. Oleh karena itu Allah SWT. merintahkan orang-orang beriman untuk senantiasa berbuat.</p>
<p><em>“Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.</em>(At Taubah: 105).</p>
<p><strong>3. </strong><em><strong>Bina ruhil mas’uliyah</strong></em><strong> (Membangun jiwa tanggung jawab terhadap dakwah)</strong></p>
<p>Tanggung jawab kader terhadap dakwah tidak boleh berkurang. Kader hendaknya selalu membangun rasa tanggung jawabnya setiap saat. Berkurangnya tanggung jawab kader pada dakwah ini dapat memporak-porandakan amanah umat ini. Kader yang bertanggung jawab pada tugas tidak bisa bersantai-santai/beruncang kaki sementara kader lainnya sedang sibuk menunaikan tugas.</p>
<p>Jiwa tanggung jawab ini sangat dikaitkan dengan keimanan yang melekat padanya. Juga dikaitkan dengan kesertaannya menjadi umat Muhammad SAW. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW., <em>“Bukanlah golongan kami orang yang tidak punya perhatian terhadap urusan kaum muslimin”.</em> (Bukhari).</p>
<p>Sangatlah logis bila tanggung jawab terhadap dakwah ini berhubungan erat dengan kesertaannya sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Karena merekalah yang bertanggung jawab langsung terhadap kesinambungan dakwah ini. Tersebar luas dakwah ini atau tidak ada pada pundak mereka. Mereka yang menjadi pelanjut dakwah ini telah mendekatkan dirinya dengan para Nabi. Lantaran mereka telah melaksanakan hal yang sama dilakukan para Nabi.</p>
<p>Kader dakwah yang bertanggung jawab pada tugas kadang tidak bisa tidur nyenyak. Ia senantiasa berpikir keras untuk kemajuan dakwah. Ia merasa malu bila tidak dapat berbuat apa-apa. Ia merasa sedih bila dakwah tidak berkembang. Ia sangat senang kalau dakwah ini menggeliat dan meraih banyak pengikut. Ia risih bila meninggalkan tugas yang masih berceceran di sana-sini. Dan ia akan senantiasa siap menyongsong tugasnya. Wajarlah bila Imam Hasan Al Banna memandang sikap kader yang tidak bertanggung jawab pada tugasnya sebagai perbuatan dosa.</p>
<p>Oleh karena itu kader dakwah dalam menyongsong tugas mulianya seperti pengikut Nabi Isa AS. yang setia. Merekalah kaum Hawariyun sangat peka pada tanggung jawab dan tugasnya. Sebagaimana firman Allah SWT.: <em>“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri”.</em> (Ali Imran: 52).</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Tarqiyatu ruhil badzli wat tadhhiyah (Membangkitkan semangat pengorbanan)</strong></p>
<p>Pengorbanan dan perjuangan sesuatu yang niscaya. Perjuangan tidak dapat dipisahkan dengan pengorbanan. Dakwah suci ini bergerak dengan deras karena pengorbanan para kadernya. Maka semangat pengorbanan harus terus hidup di hati kader dakwah agar menjadi kepribadian mereka yang sesungguhnya. Sehingga mereka akan selalu terdepan dalam pemgorbanan.</p>
<p>Karenanya tidak ada dalam sejarah sebuah perjuangan ideologi yang dibangun tanpa perjuangan. Maka sudah menjadi suatu keharusan untuk berkorban dengan apa yang ada padanya demi tegaknya dakwah mulia ini.</p>
<p>Kader-kader yang siap berkorban menjadi syarat mutlak untuk suatu kemenangan. Dengan jiwa ini jalan mencapainya menjadi mulus. Perjalanan meraih kemenangan bak tanpa hambatan. Adalah hal patut bagi seluruh kader dakwah memberikan sesuatu yang amat diperlukan dakwah ini. Ini menjadi tanda keringanan dirinya untuk berkorban. Dalam berkorban untuk dakwah tidak pernah terbetik untuk menolaknya. Bahkan sedapat mungkin memberikan apa yang sangat berharga dalam dirinya. Jiwa dan raga.</p>
<p>Semangat semacam inilah yang melancarkan futuhat dakwah di berbagai negeri. Termasuk ketika menaklukan Romawi. Khalid bin Walid RA. ditanya pembesar Romawi perihal kepahlawanan kaum muslimin sehingga mereka bisa menaklukkan Romawi. Panglima Khalid RA. menjawab, <em>‘Kami dapat berada di depan mata kalian dan menaklukkan negeri kalian karena kami datang bersama orang-orang yang cinta mati sebagaimana kalian mencintai hidup’</em>. Tentunya pengorbanan semacam ini pengorbanan yang maksimal. Memang Allah SWT. hanya menerima pengorbanan hamba-Nya yang maksimal. Seperti dalam Firman-Nya. <em>“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.</em> (Al-Maidah: 27).</p>
<p>Syaikh Muhammad Ahmad Rasyid mengingatkan bahwa dalam perjalanan dakwah ini janganlah bersikap seperti umat Nabi Musa yang duduk-duduk berdiam diri saja menunggu datangnya kemenangan dari perjuangan Nabinya. Akan tetapi berbuat banyaklah untuk jalan dakwah ini dengan senantiasa selalu berkorban dan tidak pernah kendur semangatnya untuk berkorban. Memang semestinya demikian.</p>
<p>Tentu saja semangat berkorban ini tidak akan kendur manakala sikap kepatuhan kader pada ajaran ini tidak berkurang secuilpun. Mereka mematuhi ketentuan yang sudah seharusnya dijalankan. Mereka mengokohkan ruh maknawiyahnya setiap saat. Mereka berada dalam stamina spiritual yang prima. Said Hawwa menegaskan bahwa pengorbanan merupakan kepatuhan dan kepatuhan adalah syarat kemenangan. Maka siapkanlah sarana-sarana kemenangan dengan meningkatkan semangat berkorban terus menerus agar kemenenagan menjadi kenyataan yang dekat.</p>
<p><strong>5. </strong><em><strong>Tarqiyatu ath-Thaqah adz-Dzatiyah</strong></em><strong> (Meningkatkan potensi diri)</strong></p>
<p>Untuk dapat melaksanakan tugas mulia ini kader dakwah mesti menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan potensi dirinya. Agar ia bisa memberikan apa saja yang dibutuhkan dakwah ini. Meningkatkan potensi diri berawal dari penggalian potensi dan penajamannya. Adalah kemestian bagi kader untuk dapat mengenali potensinya. Sehingga ia tahu betul kemampuannya selaras dengan keperluan dakwah ini.</p>
<p>Menyadari kedudukan potensi kader bagi kelangsungan dakwah ini amat berarti maka para kader perlu mencermati dan mempertajamnya. Karena apapun potensi yang dimilikinya sangat berguna bagi dakwah ini. Sekalipun seperti butiran pasir. Memang secara fisik sebutir pasir sangat kecil adanya.</p>
<p>Dan bila dibandingkan dengan material lainnya dalam sebuah bangunan terasa begitu amat sangat kecil. Tampaknya ia bukanlah unsur penentu dalam kekokohan bangunan tersebut. Betul adanya asumsi ini bila satu butir pasir saja yang berpandangan demikian. Akan tetapi jika seluruh butiran pasir beranggapan sama maka rubuhlah bangunan tersebut.</p>
<p>Karena itu kader dakwah tidaklah boleh memandang remeh terhadap berbagai potensi yang diberikan kader lainnya. Malah harus menghargai potensi-potensi tersebut dan menyemangati untuk berupaya terus meningkatkannya. Sebab Allah SWT. menyukai orang-orang yang dapat ikut serta dalam barisan dakwah ini dengan potensi yang diberikan-Nya. <em>“Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”.</em> (Al-Isra’: 84).</p>
<p>Sedapat mungkin setiap waktu yang bergulir potensi kader semakin tajam. Seiring berjalannya waktu potensi kualitas kader semakin membaik. Seperti ungkapan seorang ulama tatkala berjumpa dengan temannya menyatakan <em>‘tidak aku temukan dalam dirinya setiap berlalunya waktu kecuali semakin membaik kepribadiannya’</em>. Bila kondisi ini menjadi watak dan kepribadian para kader dakwah. Tidak mustahil kemenangan ini amat sangat dekat.</p>
<p><strong>6. </strong><em><strong>Hayawiyatun Harakiyatun</strong></em><strong> (Kedinamisan Gerak Dakwah)</strong></p>
<p>Adalah suatu kepatutan bagi kader dakwah untuk mengkondisikan kepribadiannya sedemikian rupa. Dengannya gerak dakwah ini akan semakin dinamis. Bahkan akan semakin mulus melenggangkan badannya untuk berkembang dan tersebar luas. Penyebaran dakwah yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan pelosok wilayah. Sehingga kenikmatan dakwah ini dirasakan secara merata. Ini menjadi indikasi kedinamisannya.</p>
<p>Sebagaimana pertumbuhan fisik manusia yang dinamis adalah ketika seluruh organnya berkembang seimbang. Perkembangan tubuh yang imbang untuk dapat menjalani hidupnya yang semakin hari semakin menuntut kekuatan organ tubuhnya. Sehingga tidak boleh ada satu selpun dalam tubuhnya yang ngawur perkembangannya. Karena hal itu berdampak pada kesehatan dan kekuatan tubuhnya melakukan gerak hidupnya.</p>
<p>Adalah kewajiban kader dakwah untuk memenuhi kepribadian dirinya yang berimbas pada kedinamisan gerak dakwah ini. Dan kepribadian ini menjadi watak harian para kader. Maka mulailah berbenah diri secepat mungkin memenuhi tuntutannya. Terlebih bahwa kedinamisan dakwah ini memiliki dampak yang sangat besar. Bagaikan air yang terus mengalir. Aliran air akan menjadi suatu kekuatan dan energi kehidupan. Sebaliknya air yang diam tidak mengalir akan berakibat rusaknya susunan senyawa yang ada sehingga dapat merusak zat benda lainnya.</p>
<p>Kedinamisan gerak dakwah ini akan berdampak pada:</p>
<ul>
<li><em>Isti’dadu lit tanfidz</em> (Kesiapan dimobilisasi di setiap lini)</li>
</ul>
<p>Kesiapan kader dakwah untuk bisa dimobilasasi bagi kemenangan merupakan dampak dari gerak dakwah yang dinamis. Keberadaan kader di berbagai lini dapat memudahkan memikul tugas yang semakin banyak. Selayaknya memang bagi Kader dakwah menyadari akan fungsi dan perannya. Sehingga ia dapat selalu siap sedia dimobilisasi dalam untuk proyek besar dakwah ini. bahkan kesiapan dimobilisasi dan berada pada seluruh lini dari dakwah ini menjadi indikasi kualitas kader. Sebagaimana ungkapan Rasulullah SAW. tentang prajurit yang baik adalah mereka yang berada pada tugasnya masing-masing. Bila ditugaskan pada barisan depan ia ada di sana. Dan bila ditugaskan di bagian belakang ia pun menjalankan tugasnya di sana dengan baik.</p>
<p>Berada pada posisinya masing-masing, kader dakwah tidaklah boleh gentar apalagi kecewa dan mengeluh. Sebab semua itu tidak akan bermanfaat bagi dirinya untuk menjalankan tugasnya. Melainkan ia sambut dengan hati senang gembira dan selalu bermohon kepada Allah SWT. agar Dia senantiasa memberikan kekuatan untuk menunaikan tugas tersebut. Sehingga ia akan menjadi satu barisan prajurit yang gagah perkasa menyelesaikan amanahnya. <em>“(Yaitu) orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar. (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”</em> (Ali Imran: 172).</p>
<p>Kesiapan kader berada pada lini dakwah yang beragam karena menyadari bahwa pos-pos dakwah ini tidak boleh ada yang kosong. Kekosongan pos dakwah dapat membuka pintu kekalahan. Terlebih lagi pada pos yang sangat strategis. Cukuplah peristiwa Uhud menjadi pelajaran berharga bagi kader dakwah. Dimana pos-pos yang ditinggalkan kadernya dapat menjadi peluang bagi musuh untuk mengobrak-abrik barisan kaum muslimin. Oleh karena itu apapun yang ditugaskan dakwah ini untuk menempati lini-lininya dan siap dalam keadaan dimobilisasi mesti diterima dengan antusias dan mengistijabahinya. Malah bila perlu selalu beranggapan bahwa justru disitulah letak kehidupan bagi dakwah ini. <em>“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan”. </em>(Al-Anfal: 24).</p>
<p>Meski demikian tidak menutup peluang untuk menyampaikan pendapatnya tentang lini yang paling tepat bagi dirinya. Namun yang perlu diingat adalah sikap kesiapannnya untuk dimobilisasi tidak boleh sampai hilang.</p>
<ul>
<li><em>Taqwiyatu matanah at tanzhimiah</em> (Mengokohkan soliditas struktural)</li>
</ul>
<p>Gerak dakwah yang dinamis berdampak pula pada kesolidan struktural dakwah. Apalagi dengan keadaan kadernya yang selalu dalam kondisi siap sedia. Keadaan ini akan mejadikan struktural tidak akan pernah keropos. Sebab sering kali penyebab kekeroposan struktural lantaran gerak dakwah yang asal menggeliat dan kadernya yang dipenuhi dengan qadhaya internal.</p>
<p>Sudah dapat dipastikan bahwa kader yang selalu rebut dengan urusan internal konflik akan menggembosi perjalanan dakwah. Malah gerak dakwah ini menjadi rusuh, jalan tak beraturan dan berarah.</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz RA. memerintahkan kepada seluruh jajaran panglimanya untuk mencermati para prajuritnya. Agar selalu memonitor mereka sehingga dapat mengetahui aktivitas apa yang sedang mereka lakukan. Tidak dibenarkan bagi mereka berdiam diri atau tidak dalam barisannya. Perhatian yang sedemikian rupa untuk mempersempit ruang bagi kekeroposan struktural. Karena prajurit yang tidak berada dalam barisan amal akan berpeluang menjadi perusuh.</p>
<p>Ketahanan struktural dapat menjadi tameng yang amat kuat melawan serangan musuh. Serangan sebesar apapun tidak akan mempan untuk menerobos masuk ke dalamnya. Ketahanan ini sekaligus melindungi prajurit yang ada di dalamnya. Oleh karena itu Allah SWT. mewanti-wanti agar selalu menjaga daya tahan struktural melalui persatuan dan kesatuan prajurit yang ada di dalamnya, tidak gaduh dengan persoalan internalnya,  Tidak ribut dengan qadhaya dakhiliyahnya.</p>
<p><em>“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”.</em> (Ali Imran: 103)</p>
<ul>
<li><em>Tawsi’atu munawarati ad da’wah</em> (Meluasnya Manuver Dakwah)</li>
</ul>
<p>Dampak lainnya adalah manuver dakwah semakin meluas. Ia tidak dihambat oleh urusan-urusan internal sehingga langkah geraknya semakin melebar. Apalagi misi dari dakwah ini berkembang. Maka gerakannya harus selalu berkembang baik sisi jumlah kadernya, wilayahnya, jangkauan tanggung jawabnya, tuntutan dan kebutuhannya serta sisi perkembangan lainnya Rasulullah SAW. selalu mengamati perkembangan demi perkembangan dakwah ini dengan mendapatkan informasi dari para sahabatnya. Sehingga beliau dapat membayangkan masa-masa yang akan terjadi pada dakwah dan umatnya setelah hamasah nabawiyah(kepekaan kenabiannya) tentunya.</p>
<p>Paling tidak dengan kondisi kader dan struktural yang mapan tanpa hambatan yang berarti bagi dakwah ini penyebarluasan dakwah akan semakin pesat dan cepat. Sehingga dakwah ini kembali pada ashalahnya yakni miliki semua orang dari berbagai kalangan bukan hanya pada kalangan tertentu yang sangat terbatas.</p>
<p>Bila seluruh jajaran kader menghiasi dirinya dengan kepribadian kader dakwah sedemikian rupa dan gerak dakwah ini semakin dinamis tanpa henti atau stagnan dalam geraknya maka futuhat-futuhat dakwah ini semakin dekat. Dan pintu-pintu kemenangan itu semakin terbuka. Serta serombongan manusia akan berbondong-bondong menerimanya. Tinggal permasalahan adalah sejauh mana kemauan kader untuk menata diri dan menghiasinya dengan kepribadian tersebut. Disinilah masalahnya. Maka sejak saat ini tanamkan dalam diri kita masing-masing untuk berupaya mewujudkannya dalam diri kita. Tanpa kenal lelah dan henti. Berusahalah semaksimal mungkin semoga Allah SWT. membantu diri kita untuk mengaplikasikannya.</p>
<p><em>“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.</em> (An-Nur: 55)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=31&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/21/as-syakhshiyah-al-jundiyah-kepribadian-kader-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Typhoon Yang Menyeramkan</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 03:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dari Negeri Formosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amiamrullah.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum Wr. Wb Sudah lama sebenarnya ingin berbagi cerita kepada saudara/iku semuanya dari awal keberangkatan saya ke negeri Formosa ini akan tetapi selama hampir 1/2 bulan saya harus menyesuaikan pola kehidupan saya disini. dan Alhamdulillah baru kali ini saya bisa menyempatkan untuk dapat berbagi cerita tapi tidak diawali bagaimana saya bisa berangkat ke negeri <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=19&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Assalamu &#8216;alaikum Wr. Wb</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Sudah lama sebenarnya ingin berbagi cerita kepada saudara/iku semuanya dari awal keberangkatan saya ke negeri Formosa ini akan tetapi selama hampir 1/2 bulan saya harus menyesuaikan pola kehidupan saya disini. dan Alhamdulillah baru kali ini saya bisa menyempatkan untuk dapat berbagi cerita tapi tidak diawali bagaimana saya bisa berangkat ke negeri Formosa (padahal sudah terplanning apa yang mau ditulis) tapi saya ingin awali khusus tuk menulis tentang kejadian Typhoon (alias Topan/Badai) yang terjadi sejak 2hari yang lalu sampai semalam karena kejadian ini sangatlah menyita perhatian kami mahasiswa/i Indonesia yang ada disini. Ya maklum di Indonesia dan khususnya di Jabotabek sangat jarang kita bertemu dengan Typhoon.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">3-4hari yang lalu keadaan Kota Chiayi memang biasa-biasa saja karena saat ini Taiwan memang dalam keadaan musim panas. Akan tetapi meskipun musim panas saya tetap merasakan turunnya hujan dan bahkan hujan disertai angin kencang alias Typhoon. Kabar Typhoon pun sudah saya dengar sejak kedatangan saya dan Mahasiswa lainnya ke negeri ini. Waktu kedatangan kami ke negeri Formosa ini, pihak kampus NCYU hampir tidak akan menjemput kami di Bandara dikarenakan kabar Typhoon yang akan menghampiri Taiwan dan ternyata Typhoon yang hadir di Taiwan hanyalah ekor Typhoon (tapi cukup menakutkan katanya). Dampak Typhoon akhirnya dirasakan juga oleh saya dan istri di dalam pesawat dengan berkali2 di minta untuk mengenakan sabuk keselamatan yang rasanya seperti diombang-ambingkan oleh angin diluar dan ternyata semua itu diakibatkan oleh Typhoon. Alhamdulillah saya, istri dan mahasiswa lainnya bisa tiba di kampus NCYU meskipun terlambat dikarenakan Typhoon yang hadir menyambut kedatangan kami.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">2hari yang lalu, tepatnya pada hari sabtu (18 September 2010). Kabar Typhoon pun kembali hadir dan rekan2 TKI menyampaikan bahwa Gondoruwo (nama panggilan Typhoon) yang akan hadir di Taiwan cukuplah besar karena kali ini Taiwan akan menjadi pusatnya &#8220;Gondoruwo&#8221;. untuk memastikan akan berita itu, kami orang pendatangpun bisa mengaksesnya melalui website pemerintahnya (di Indonesia kita sebut BMG). Ternyata memang benar, kali ini Typhoon akan hadir di Taiwan dan diperkirakan akan hadir pada tengah malam. kedatangan Typhoon sangatlah menyita perhatian, gimana tidak&#8230;Badai yang sangat menyeramkan itu (Gondoruwo kata tmn2 TKI) akan berpusat di Taiwan, sampai2 acara di berbagai tempat dibatalkan untuk mempersilahkan Typhoon lewat terlebih dahulu. Pada hari minggu ada beberapa agenda yang akan berlangsung. Pertama agenda &#8220;welcome Party&#8221; untuk International Student yang telah dipersiapkan oleh pihak kampus yang akhirnya dibatalkan karena adanya Typhoon tsb. Kedua, acara Halal bi halal di Taipei dengan mengundang Ust. Arifin Ilham dan akhirnya dibatalkan pula. Padahal acara tsb sudah dipersiapkan jauh2 hari dan semuanya pun sudah siap tapi harus dibatalkan karena kehadiran Typhoon di Taiwan. Ketiga, Halal bi halal teman2 muslim wilayah selatan yang berlokasi di Shan Hua yang akhirnya kami dari Chiayi tidak bisa menghadirinya dikarenakan perjalanan kereta api seluruhnya dibatalkan karena Typhoon. Bagaimana tidak dibatalkan, Typhoon terjadi sejak tengah malam sampai siang hari, dan rasanya pun jika dilihat sangatlah menyeramkan. Angin yang begitu keras, pecahan2 kaca yg jelas terdengar, suara2 angin yang terdengar seperti suara tarikan gas sepeda motor dan suara2 pohon yang bergoyang keras akibat terpaan Typhoon yang cukup dahsyat.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Ternyata Typhoon tidak selesai sampai disitu saja. Keberangkatan kami ke acara Halal bi halal wilayah selatan pun kami batalkan, tapi bukan karena tidak ada transportasi. Alhamdulillah ternyata Allah telah menjawab doa2 Shalat Ashar kami. Allah mengarahkan hati kami untuk memutuskan pulang ke asrama masing2. Bukan karena kami tidak memiliki niat untuk bertemu saudara2 kami di Shan Hua, akan tetapi hati2 kami memang diarahkan untuk kembali pulang. Sesampainya di asrama ternyata Typhoon pun kembali hadir dan kami merasa, inilah jawaban dari doa2 kami di Shalat Ashar tadi sore, yang mana Allah memilihkan jalan yang terbaik bagi kami untuk pulang. karena jikalau kami berangkat ke Shan Hua, kami tidak akan pernah tau kami akan kembali pulang atau tidak. Ternyata Typhoon yang hadir pada malam senin ini lebih besar dari Typhoon pada malam kemarin. Bagaimana tidak besar?setelah dilihat diwebsite kementerian taiwan ternyata pusat Typhoon berada di wilayah Chiayi dan sekitarnya. Kehebohan akhirnya terjadi di asrama, baik asrama laki2 maupun perempuan. kamar2 asrama banjir terutama yg dilantai atas dikarenakan tiupan angin yg membawa air hujan dengan derasnya, listrik asrama padam dan koneksi internetpun juga terputus. Cukup menakutkan&#8230;kami mahasiswa dari Indopun hanya bisa menyaksikan kebesaran Allah tsb dengan kehadiran Typhoon yg cukup dahsyat, pepohonan runtuh dimana2, sepeda motor dan sepeda yang terparkir di parkiran asramapun banyak yang tertimpa dan bahkan berjatuhan karena Typhoon yg cukup besar.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Akan tetapi , cukup aneh bagi kami. Pada saat saya tanya dengan teman sekamar saya di asrama, dia hanya menjawab &#8220;tidak ada masalah, ini hanyalah hujan dan angin&#8221;. Mungkin memang sesuatu yang biasa bagi orang2 lokal Taiwan karena mereka setiap tahunnya merasakan seperti ini dan bahkan dalam setahun bisa terjadi 3-5kali. Tapi, saya hanya bisa menikmati kebesaran Allah ini. &#8220;Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Keesokan harinya, pagi2 saya dan istri pulang ke Apartemen kami dan ternyata jalanan dari Kampus menuju Apartemen di penuhi oleh runtuhan2 pepohonan yang tumbang akibat Typhoon, sampai2 gerbang masuk kampus pun tertutup oleh batang pohon yang membentang. di Dalam kampus kami pun tidak kalah hebohnya, banyak pohon2 runtuh akibat Typhoon. beberapa mobil rusak tertimpa pohon tumbang, motor2 dan sepeda pun berjatuhan dan bahkan ada yang tertimpa pepohonan tumbang dan masih banyak lagi dampak Typhoon 2 hari kemarin dan mungkin bisa dilihat dari photo2 yang kami abadikan di Facebook kami.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Yah begitulah Typhoon, yang sangat jarang kita saksikan di Indonesia khususnya di kawasan jabotabek. dan ini bukanlah awal dan akhir bagi kami untuk merasakan Typhoon. Katanya sih setiap tahun terjadi dan seperti cerita saya diatas, bahkan akan terjadi 3-5 kali dalam setahun. Inilah negeri formosa, memang telah menghadirkan banyak cerita2 yang unik untuk kami mahasiswa Indonesia. bahkan saat saya menulis ini sempat terjadi gempa kecil disini tapi mungkin nnt saya akan tulis khusus terkait seringnya terjadi gempa di negeri ini.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Mohon doanya semoga kami mahasiswa Indonesia akan selalu berada dalam keadaan baik2 saja. Amiin</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Tunggu cerita2 unik kami lainnya di negeri Formosa ini.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Wassalam</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Ami Amrullah</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;">Chiayi, 20 September 2010</div>
<div style="text-align:left;">

<a href='http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/img00107-20100920-0602/' title='IMG00107-20100920-0602'><img data-attachment-id='23' data-orig-size='2048,1536' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00107-20100920-0602.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="IMG00107-20100920-0602" title="IMG00107-20100920-0602" /></a>
<a href='http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/img00118-20100920-0904/' title='IMG00118-20100920-0904'><img data-attachment-id='24' data-orig-size='2048,1536' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00118-20100920-0904.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="IMG00118-20100920-0904" title="IMG00118-20100920-0904" /></a>
<a href='http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/img00119-20100920-0905/' title='IMG00119-20100920-0905'><img data-attachment-id='25' data-orig-size='2048,1536' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00119-20100920-0905.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="IMG00119-20100920-0905" title="IMG00119-20100920-0905" /></a>
<a href='http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/img00120-20100920-0905/' title='IMG00120-20100920-0905'><img data-attachment-id='26' data-orig-size='2048,1536' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00120-20100920-0905.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="IMG00120-20100920-0905" title="IMG00120-20100920-0905" /></a>

</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=19&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2010/09/20/typhoon-yang-menyeramkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00107-20100920-0602.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00107-20100920-0602</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00118-20100920-0904.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00118-20100920-0904</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00119-20100920-0905.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00119-20100920-0905</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amiamrullah.files.wordpress.com/2010/09/img00120-20100920-0905.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00120-20100920-0905</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Next Generation Network</title>
		<link>http://amiamrullah.wordpress.com/2008/04/01/next-generation-network/</link>
		<comments>http://amiamrullah.wordpress.com/2008/04/01/next-generation-network/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 16:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amiamrullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[all about telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amiamrullah.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[DEFINISI Lalu apa yang dimaksud dengan NGN? ITU-T draft Y.2001 memberkan definisi atas NGN sebagai berikut : Next Generation Network (NGN): A packet-based network able to provide telecommunication services and able to make use of multiple broadband, QoS-enabled transport technologies and in which service-related functions are independent from underlying transport-related technologies. It enables access to <a href="http://amiamrullah.wordpress.com/2008/04/01/next-generation-network/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=7&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><span>DEFINISI</span></b><span></span></p>
<p><span>Lalu apa yang dimaksud dengan NGN?<br />
</span>ITU-T draft Y.2001 memberkan definisi atas NGN sebagai berikut :<br />
Next Generation Network (NGN): A packet-based network able to provide telecommunication services and able to make use of multiple broadband, QoS-enabled transport technologies and in which service-related functions are independent from underlying transport-related technologies. It enables access to different service providers, independent of any access or transport technology. It offers unrestricted access by users to different service providers. It supports generalized mobility which will allow consistent and ubiquitous provision of services to users.</p>
<p>Next Generation Networking (NGN) adalah suatu konsep jaringan berbasis paket yang menyediakan kerangka kerja sangat luas meliputi penyatuan berbagai arsitektur dan teknologi yang memungkinkan penyediaan berbagai jenis layanan meliputi suara, data maupun video (triple play).NGN,sesuai namanya adalah model jaringan telekomunikasi masa depan, merupakan packet switch network yang menginginkan semua informasi dikirimkan lewat paket-paket; paket-paket itu dilabel sesuai tipenya (data,suara,dsb) dan ditangani secara berbeda dengan peralatan manajemen trafik. NGN akan fokus pada migrasi Time Division Multiplexing (TDM) menuju data teknologi. Hal ini menawarkan akses yang tidak terbatas oleh pengguna kepada penyedia layanan-layanan yang berbeda dan memungkinkan penyediaan layanan broadband. <span>Hal ini juga mendukung perkembangan mobilitas yang akan memungkinkan konsistensi layanan kepada pengguna kapanpun dan dimanapun berada.</span></p>
<p><span>NGN berdasarkan Internet Protokol dimana implementasi NGN yang ada berdasarkan sistem MPLS (Multi Protocol Label Switching). Pada level aplikasi Session Initiation Protocol (SIP) diambil alih oleh protokol bahasa H.323.</span></p>
<p><span>Pada metode tradisional, teknologi akses yang berbeda memiliki jaringan terpisah. Sedangkan<br />
jaringan masa depan atau NGN hanya akan terdiri dari satu jaringan data tunggal yang menangani semua jenis teknologi akses. Sehingga kuantitas data traffic akan terus meningkatdiikuti dengan efisiensi saluran yang tinggi.</span></p>
<p><span>Kriteria NGN adalah sebagai berikut:</span></p>
<ol start="1" type="1">
<li class="MsoNormal">Mobilitas Tinggi</li>
<li class="MsoNormal">Adanya jaminan kualitas</li>
<li class="MsoNormal">Mampu memberikan multi      layanan (variable bit rate, relatime/non, multi/unicast)</li>
<li class="MsoNormal">Reliabilitas Tinggi</li>
<li class="MsoNormal">Sekuritas Tinggi</li>
<li class="MsoNormal">Kemudahan Operasi dan      Pemeliharaan</li>
<li class="MsoNormal">Co-existence dengan PSTN</li>
<li class="MsoNormal">Arsitektur open-standard</li>
</ol>
<p><b>KONVERGENSI</b></p>
<p><span>Isu utama yang diangkat pada konsep Next Generation Network adalah konvergensi. Konvergensi adalah proses pendekatan dari dua jaringan yang berbeda fungsi untuk menciptakan sebuah arsitektur standar yang mewakilinya. Konvergensi dilakukan antara jaringan sirkuit (circuit networks) dengan jaringan paket (packet network)—termasuk di dalamnya jaringan seluler—yang akan menjadi sebuah kebutuhan di masa yang akan datang. Ini karena di masa mendatang komunikasi tidak hanya melibatkan suara. </span>Namun sudah data, image dan bahkan video.</p>
<p><span>Layanan komunikasi suara selama ini masih berbasis pada circuit-switched (CS). Pada jaringan ini, setiap call (panggilan) akan diberikan sebuah kanal tersendiri (dedicated), dan tidak ada pengguna lain yang dapat menggunakan kanal tersebut selama call yang tadi masih berlangsung. Kelebihannya, layanan ini mendukung real time-service. Namun, kelemahannya juga banyak. Kanal yang idle (tidak aktif) karena tidak ada yang menggunakan juga harus tetap ‘bekerja’. Belum lagi biaya pembangunan dan pengembangan jaringan-infrastrukutur yang relatif mahal. Jumlah aplikasi layanan ini juga terbatas.</span></p>
<p><span>Sementara itu, jaringan paket digunakan untuk komunikasi data. Dalam jaringan ini, informasi dipecah menjadi beberapa bagian (disebut paket, frame atau pun sel), diberi header —berisi informasi pengirim, penerima dan urutan paket dari informasi— baru setelah itu dikirim. Pada pengiriman, semua kanal bisa digunakan,—tidak seperti pada circuit-switch—dengan memilih kanal yang kosong dan paling cepat sampai ke tujuan/penerima. Kelebihan jaringan ini tentu saja dari efisiensi pemakaian kanal, karena setiap pengguna jaringan bisa menggunakan semua kanal yang tersedia untuk mengirim informasi ke pengguna yang lain.</span></p>
<p><span>Sejak berkembangnya telepon internet maka layanan komunikasi suara bukan hanya bisa dilewatkan oleh jaringan sirkit namun juga oleh jaringan paket yang berbasis IP. Dan lagi dengan teknik packet voice, dimana suara akan dikonversi menjadi bentuk digital, kemudian dimampatkan (compress) dan akhirnya dibagi menjadi beberapa paket suara untuk kemudian dikirim ke penerima via jaringan paket, ternyata memberikan kualitas bagus. Ini membuka peluang untuk mengirimkan informasi suara lewat jaringan paket, dalam bentuk packet voice.<br />
Dengan melihat fakta dan aspek teknis di atas, tampaknya jaringan masa depan—Next Generation Network—memang akan berbasis paket.</span></p>
<p><span>Namun dengan mempertimbangkan aspek bisnis, dalam hal ini biaya investasi yang harus ditanamkan, mengganti seluruh jaringan sirkit dengan jaringan paket akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu muncul solusi dengan melakukan migrasi antar jaringan secara bertahap. Dalam proses ini, jaringan sirkit tetap akan bisa berfungsi dan bahkan berhubungan dengan jaringan paket secara simultan. Dengan begitu, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi tetap dapat mengambil untung dari layanan selama ini dan secara bertahap melakukan up-grade menuju jaringan berbasis paket.</span></p>
<p><span>Kapan terjadinya dan apakah jaringan sirkuit—kita kenal dengan layanan telepon tetap (PSTN, Public Switch Telephone Networks)—akan dihapuskan untuk kemudian diganti dengan infrastruktur jaringan paket, itu masih menjadi tanda tanya. Akan tetapi, kalaupun hal itu terjadi, akan memakan waktu lama sampai seluruh jaringan tadi diganti dan menuju jaringan generasi masa depan (NGN-Next Generation Network).</span></p>
<p><b><span>ARSITEKTUR</span></b><span></span></p>
<p><span>Pemisahan antara layanan dengan jaringan adalah salah satu kunci utama pada NGN. Pemisahan ini diperlihatkan dengan 2 blok atau strata yang berbeda secara fungsional. Aspek vertikal dari pemisahan ini terlihat pada gambar di bawah :</span></p>
<p><b><span>Prinsip Dasar Layering</span></b><span></span></p>
<p><span>Pertama kali, ada sekumpulan fungsi-fungsi transport yang hanya terkait dengan pengiriman informasi digital, dari berbagai macam, di antara 2 titik yang secara geografis terpisah. Kumpulan jaringan-jaringan yang selama ini mungkin terlibat pada lapisan transport, adalah dimulai dari layer 1 sampai layer 3 berdasarkan OSI 7 Layer Reference Model.</span></p>
<p><span>Fungsi layer transport menyediakan hubungan di antara service platform yang ada. Service Platform menyediakan layanan untuk pengguna, seperti layanan telepon, web internet, dan lain-lain. Service layer dapat melibatkan himpunan yang rumit dari service platform yang terdistribusi secara geografis, atau pada kasus sederhana seperti fungsi layanan dari 2 lokasi pelanggan. Jaringan transport dengan begitu dapat digunakan untuk hubungan user-user. Serta dapat juga digunakan untuk hubungan user ke service platform, dan hubungan service platform ke service platform. Kesimpulannya, seluruh tipe teknologi jaringan dapat disebarkan pada lapisan transport.</span></p>
<p><span>Kedua, diperlukan kumpulan fungsi-fungsi aplikasi yang berkaitan dengan layanan. Pada lapisan ini layanan-layanan yang tersedia dapat berupa layanan suara (termasuk telepon), data (tidak hanya layanan yang web-based), dan layanan video (tidak hanya film dan program TV) atau kombinasinya.</span></p>
<p><span>Secara umum, tiap lapisan akan memiliki kumpulan pelaksana/pemain dan daerah administrasi sendiri. Komponen-komponen yang terlibat dengan pengaturan ketentuan layanan ini tidak tergantung dengan komponen-komponen yang terlibat pada ketentuan hubungan pada lapisan transport. Tiap lapisan perlu untuk diperlakukan terpisah dari sudut pandang teknis dan kebijakannya.</span></p>
<p><span>Berikutnya, layer transport sendiri dapat dibagi menjadi dua lapisan lebih lanjut, seperti ditunjukkan di gambar :<br />
1.Layer yang berkaitan dengan routing/switching<br />
2.Layer yang berkaitan dengan transmission</span></p>
<p><span>Masing-masing layer mempunyai tiga bidang, bidang user, kendali manajemen. Tiap-tiap protokol pada user plane dapat atau bisa juga tidak bersesuaian dengan protokol pada bagian kontrol dan manajemen. yaitu mungkin saja layer ini tidak jadi berfungsi dalam beberapa kasus. Lagipula, pada suatu control dan/atau manajement plane mungkin digunakan bersama dengan user plane protocol lainnya. Tidak ada pembatasan pada arah vertikal atau untuk seluruh layer. </span>Quality of service (QoS) dan fungsi keamanan bisa tampak layer mana pun. Transmisi dengan mode connection atau connectionless dapat disebar pada layer manapun.</p>
<p><b>MENGAPA</b></p>
<p>Selain itu mengingat semakin besarnya keinginan dan kebutuhan pelanggan/masyarakat dalam pemenuhan layanan data, suara dan gambar yang lebih baik dan murah.</p>
<p><span>NGN harus mampu mengelola dan membawa berbagai macam trafik sesuai kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Jika PSTN meletakkan kecerdasan pada network, dan Internet meletakkannya pada host, maka NGN menyebarkan kecerdasan pada network dan host. </span>Feature layanan lintas media menjadi dimungkinkan.</p>
<p><span>Atau dalam sudut pandang lain, mengapa kita menggunakan NGN adalah</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Efisiensi biaya</li>
<li class="MsoNormal">Opened Standard</li>
<li class="MsoNormal"><span>Jaringan tunggal dan arsitektur yang tersebar      luas</span></li>
<li class="MsoNormal">Bandwidth, efisiensi daya</li>
<li class="MsoNormal">Dan fitur-fitur lainnya</li>
</ul>
<p><b><span>KEUNTUNGAN NGN</span></b><span></span></p>
<p><span>Keuntungan untuk servis providers</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Mengurangi CAPEX dengan      adanya integrasi dan efisiensi IP-based technology</li>
<li class="MsoNormal"><span>Mengurangi OPEX dengan minimalisasi saluran,      konsumsi daya , dan ruang yang dibutuhkan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kemampuan untuk menawarkan servis yang luas</span></li>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan penetrasi      pasar</li>
<li class="MsoNormal"><span>Lebih mudah dalam menegemen jaringan tunggal</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tidak perlu memisahkan jaringan data dan      suara</span></li>
</ul>
<p>Keuntungan untuk pelanggan</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Mengurangi biaya panggilan      telepon</li>
<li class="MsoNormal">Servis-servis baru yang inovatif</li>
<li class="MsoNormal">Sebuah koneksi dan tagihan      untuk suara, data, dan video (triple play)</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amiamrullah.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amiamrullah.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amiamrullah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amiamrullah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amiamrullah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amiamrullah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amiamrullah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amiamrullah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amiamrullah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amiamrullah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amiamrullah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amiamrullah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amiamrullah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amiamrullah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amiamrullah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amiamrullah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amiamrullah.wordpress.com&amp;blog=3337111&amp;post=7&amp;subd=amiamrullah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amiamrullah.wordpress.com/2008/04/01/next-generation-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e41ca9e86aa790d44bbd6191a9ad6ad7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amiamrullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
